Pemerintah Kabupaten Siak Klarifikasi Soal Rakernas Yang Diduga Undang Kerumunan Orang Banyak

Pemerintah Kabupaten Siak Klarifikasi Soal Rakernas Yang Diduga Undang Kerumunan Orang Banyak
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SIAK – Pemerintah Kabupaten Siak memberikan klarifikasinya atas kegiatan yang dihelat pada Sabtu (19/12). Seperti diketahui kegiatan yang akan dilangsungkan adalah Rakernas JKPI dan Festival Kota Pusaka Indonesia, di Kecamatan Siak Indrapura, Kabupaten Siak.

Pemkab Siak melalui Asisten 1, Budhi Yuwono menyampaikan bahwa giat tersebut dilaksanakan sesuai Protokol Kesehatan Covid-19. Kegiatan yang akan dilangsungkan telah direncanakan sejak beberapa waktu lalu. Menurut Budhi, kegiatan Rakernas JKPI saja yang dilangsungkan, dan kebiasaan pelaksanaan Festival Kota Pusaka Indonesia pada tahun ini tidak dilaksanakan.

“Pelaksanaan Rakernas JKPI sudah di persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya dan yang dilaksanakan hanya Rakernas saja. Biasanya ada Festival Kota Pusaka Indonesia, ini tidak dilaksanakan. Peserta Rakernas semua diwajibkan membawa rapor test non reaktif, dan dengan pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Petugas dari Satgas akan selalu mengawasi dan mengingatkan semua peserta yang tidak mematuhi protokol kesehatan jika ada,” kata Asisten 1, Jumat (18/12/2020).

Masih kata Budhi, untuk peserta yang hadir juga dibatasi. Kapasitas gedung untuk menampung dua ribu orang tidak sepenuhnya dihadirkan.

“Jumlah peserta juga dibatasi tidak sampai 50% dari kapasitas ruangan yang mana tempat pelaksanaan di gedung daerah dengan kapasitas dua ribu orang,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Siak menggelar acara Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia ke VIII dan Festival Kota Pusaka Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, dana kegiatan mencapai satu miliar rupiah seperti yang dilansir dari berbagai sumber berita di media online.

Ironisnya, kegiatan tersebut berlangsung pada masa Pandemi Covid-19. Menurut Sayed Abubakar Assegaf hal itu tidak semestinya dilaksanakan terlebih pada masa Pandemi. Sayed meminta Bupati Siak agar melakukan penundaan kegiatan yang mengharuskan mengundang banyak orang.

“Harapan saya kepada pemerintah kabupaten Siak untuk menunda dulu semua kegiatan yang melibatkan orang banyak orang. Ini masih situasi Pandemi Covid-19. Janganlah sia-sia upaya pemerintah pusat dan daerah, dalam mengatasi Covid-19 di seluruh penjuru tanah air khususnya Kabupaten Siak. Ini menjadi tanggungjawab penuh kepala daerah dalam memutuskan perihal kegiatan ini dilakukan atau tidak. Jika tidak memungkinkan untuk dilaksanakan, maka ditundalah dahulu,” kata Politisi Partai Demokrat itu, Kamis (17/12/2020) malam.

Sayed meminta Bupati Siak, agar menjalankan roda pemerintahan sebagaimana baiknya dalam rangka memulihkan perekonomian masyarakat Siak pada masa Pandemi Covid-19 saat ini.

“Tolong utamakan ekonomi rakyat. Jangan membuat kegiatan-kegiatan yang bersifat ceremony di tengah-tengah kehidupan ekonomi rakyat yang dalam kondisi sulit di masa pandemi ini. Bupati Siak bisa menunda untuk giat yang memang harus mengumpulkan orang banyak. Ini demi rakyat atau masyarakat Siak,” tandasnya. (Red/MR)a

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.