oleh

Ketua DPRD Samosir, Bertenun Ulos Warisan Leluhur Budaya Batak

SHARE
131 views

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Ulos Batak merupakan leluhur budaya yang harus dilestarikan. Demikian disampaikan Ketua DPRD Samosir, Saut Martua Tamba kepada wartawan, Rabu (3/11/2020) di Pangururan Samosir.

Puluhan suku di Indonesia tentu masing-masing memiliki budaya tersendiri, termasuk suku Batak memiliki ragam budaya khas seperti ulos.
Ulos sudah merupakan dan menjadi warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) pada tanggal 17 April 2014 lalu.
Saut Martua Tamba ST menyampaikan, sebagai etnis suku batak, tentu seharusnya menjaga, merawat dan memelihara ulos.

Karena ulos sangat berguna ketika ada pesta Adat, dukacita bahkan ada juga diberikan kepada pejabat ketika melakukan kunjungan atau ada acara kegiatan selalu diberikan ulos Batak pertanda telah melakukan kunjungan ke Sumut.
“Ulos berperan untuk kehidupan sosial orang Batak sehari-hari, mulai dari kelahiran hingga kematian, baik untuk acara sukacita maupun dukacita. Juga sebagai kenagan kepada pejabat ketika melakukan kunjungan ke Sumut”, imbuhnya.

Menurut Ketua DPRD Samosir itu, kini telah banyak modifikasi ulos dirancang oleh desainer-desainer muda dan telah menjadi trend fashion di zaman global sekarang. Bentuk modifikasi seperti selendang, tas, dompet dan lainnya.

Untuk itu sambung Saut Martua Tamba Ketua DPRD itu, sebagai orang Batak ulos merupakan bagian kehidupan untuk itu harus memelihara warisan budaya nenek moyang tersebut.

“Mari lestarikan serta pelihara, jaga, pelaku dan pegiat ulos. Dengan begitu, para penenun ulos dan para desainer akan tetap bertahan, bahkan semakin tumbuh, dan ulos pun akan berdaya guna bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ajak Ketua DPRD itu.

Saut Tamba juga menambahkan bahwa selama berabad-abad perempuan Batak menenun tekstil dengan alat tenun tradisional, dedikasi mereka telah menghasilkan perbendaharaan seni yang estetis dan secara teknis beragam.

Dia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir mendorong Disnaker Koperindag agar membetikan pethatian khusus kepada penenun atau pegiat ulos batak di Samosir. Disamping itu melakukan pendampingan pembinaan untuk mengembangkan UMKM sebagai pengembangan sektor perekonomian.

“Juga peningkatan dan pengembangan desain produk kerajinan motif ulos dan pembenahan peralatan tenunan,” tutup Ketua DPRD itu.(mr/JB.Rumapea)

Breaking News