DPRD Samosir Belajar Budidaya Ikan ke Pariaman, Sumbar

DPRD Samosir Belajar Budidaya Ikan ke Pariaman, Sumbar
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – DPRD Kab Samosir melakukan kunjungan untuk mempelajari budidaya ikan lewar Teknologi Bioflock ke Pariaman Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Kunjungan DPRD Samosir melalui Komisi adalah untuk mempelajari sebagai alternatif pengembangan budidaya ikan didalam Teknologi Bioflock (kolam buatan).

Kedatangan Komisi II DPRD Samosir disambut baik Kepala Dinas (Kadis) lewat Kabid Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Cithra Aditur Bahri didampingi stafnya di ruang rapat dinas itu, Senin (16/11/2020).

“Kunjungan tersebut selain mempelajari juga sebagai ajang silaturahmi serta sharing informasi bersama jajaran Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman”, papar Wakil Ketua Komisi II, Polma Hasehaton Gurning.

Selain pengembangan budidaya ikan kolam buatan atau disebut Teknologi Bioflock, juga mempererat tali silaturahmi antara legislatif dan eksekutif.
Atas dasar kunjungan ke Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, DPRD Samosir melalui Komisi II tentu akan mempelajari dan melakukan pembahasan ketika rapat dewan nantinya.

Terkait hal itu, Kabid Perikanan, Cithra Aditur Bahri mengajak rombongan Komisi II DPRD untuk berkeliling meninjau kolam binaan dinas tersebut.
Lanjutnya mengatakan bahwa Dinas Perikanan Kota Pariaman terus melakukan inovasi untuk mengembangkan budidaya ikan yang lebih baik, disamping itu meningkatkan kesejahteraan rakyat Samosir.

Selain pengembangannya, peternak untuk melakukan sistem Bioflok ini, mulai bangunan, kolam buatan, hingga pakan di bina Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman.
Pada teknologi ini, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Pariamaan juga menggunakan dan mengembangkan probiotik (semacam bakteri) yang fungsinya untuk mengolah mikrow organism yang ada di kolam, menjadi makanan bagi ikan yang disebarkan.

Walaupun kolam kecil, menggunakan terpal disebut istilah sistem Bioflok, namun hasilnya per-kolam mampu menghasilkan untung yang lumayan.

“Tenti dangat efisien dan efektif untuk peningkatan ekonomi masyarakat di pedesaan, sehingga mampu mendongkrak pendapatan hasil dalam. Hal ini menjadi multi efek program unggulan water front city, yang berdampak pada hasil perikanan. Dan juga rehabilitasi lingkungan pesisir dan laut dalam mendukung pariwisata dan peningkatan kualitas dan kuantitas sumberdaya perikanan,” tutupnya. (MR/JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.