Budidaya Sayur Bangkitkan Ekonomi Keluarga Dimasa Pandemi Covid19
METRORAKYAT.COM, TOBA – Perusahaan pabrik bubur kertas, PT. Toba Pulp Lestari (TPL) memandang perlu memotivasi ibu rumah tangga yang berada di desa-desa untuk memanfaatkan pekarangan rumah.
Maka menjawab tantangan tersebut, PT. TPL menggagasi pelatihan budidaya sayur dengan memanfaatkan pekarangan bagi ibu ibu anggota Program Keluarga Harapan. Para ibu rumah tangga dilatih dalam hal budidaya sayur mayur di Desa Nauli, Selasa (03/11/20).
Tampak dalam kegiatan tersebut para ibu anggota PKH antusias dalam proses pelatihan. Mulai dari pengolahan tanah, membentuk bidang lahan sampai penyemaian bibit. Sembari melakukan praktek budidaya bercanda ria dan terjalin kekompakan dalam semangat baru. Dengan tetap melakukan protokol kesehatan, memakai masker dan menjaga jarak.
Kades Dolok Nauli Tunggul Sirait mengatakan sudah banyak bantuan dari PT. TPL untuk bidang pertanian di desanya. Diharapkan warga dapat memanfaatkan momen ini untuk dapat belajar dalam hal pertanaman dan budidaya sayur. Agar pengetahuan yang diperoleh dapat dilakukan secara berkelanjutan demi kesejahteraan keluarga. Dengan memanfaatkan halaman rumah masing-masing. “Kegiatan ini jika diterapkan dapat menambah penghasilan” kata Tunggul Sirait.
PT. TPL akan memantau sampai berhasil. Hasil dari kelompok akan di sebarkan ke kelompok lain. Diminta dalam pelatihan ini agar ibu-ibu jangan malu bertanya. Jika ada yang kurang paham agar ditanyakan.
Balitbang Pertanian Gurgur Jintamin Saragih menjelaskan teknis bagaimana cara menanam sayur secara praktek langsung. Diminta kepada para anggota pelatihan agar jangan sungkan untuk bertanya jika ada yang kurang dipahami. Budidaya sayur yang dilatih adalah jenis bibit bayam, sawi manis dan kangkung.
Camat Parmaksian Paiman Butar – butar dimasa pandemi covid19 saat ini sangat besar mamfaatnya halaman rumah menjadi sumber penghasilan. Minimal jika tidak membeli sayur untuk kebutuhan keluarga. Berarti sudah menghemat pengeluaran setiap bulannya. “Apalagi jika dapat dijual kepasar, akan menambah pemasukan ekonomi keluarga” kata Paiman.
Kelihatannya memang sepele melihat tanaman sayur dipekarangan rumah. Tapi hal sederhana tersebut dapat menjadi penopang ekonomi keluarga. Camat mengajak warga agar tidak selalu gaya konsumtif. Segala sesuatu kebutuhan harus dibeli dari pasar. “Justru sayur yang kita tanam sendiri lebih segar” katanya.
Taruli br Sirait warga Desa Dolok Nauli salah seorang anaggota pelatihan mengatakab terimakasihnya kepada PT. TPL yang telah memfasilitasi program pelatihan ini.
Menurut Taruli, dampak pandemi covid19 sangat terasa bagi warga. Salah satunya adalah dampak ekonomi yang segera mendapatkan solusi. Pekarangan rumahnya cukup luas, dengan adanya pengetahuan budidaya sayur mayur ini, Taruli berharap bisa lepas dari beban ekonomi terutama biaya sekolah anak. “Terimakasih kepada PT TPL yang sudah membantu, sudah ada jalan, sekarang tinggal kerja keras untuk melaksanakannya” kata Taruli. (MR/LM)
