Pemprovsu Bagikan Bibit Kentang ke Warga

Pemprovsu Bagikan Bibit Kentang ke Warga
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) lewat Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir menyalurkan bibit kentang  ke petani di Tiga desa Kecamatan Harian Samosir.

Pembagian melalui kelompok tani bertempat di Desa Partungko Naginjang, Senin (5/10/2020).
Penyaluran bibit Kentang (Varietas Kentang Granola L) hadir Adri Nasution, Nur Siregar dari Dinas TPH Provsu Provsu, Ketua Komisi B DPRD Sumut Viktor Silaen, Kabit TPH Dinas Pertanian Samosir/ kepala seksi/staf, PPL Desa Partungko Naginjang Hariara Pittu desa Hutagalung Elisabeth Situmorang, anggota Koramil 04/HB Kopda ES Baringin serta kelompok tani penerima bantuan.

“Penyaluran untuk tiga desa di wakili kelompok tani Saut dari Desa Hariara Pittu, Tani Marlundu Desa Partungko Naginjang, Tani Angrek dari Desa Huta Galung. Selain bibit kentang ada juga bibit bawang varieatas batu ijo merah yang diberikan kepada kelompok tani Pasorba Desa Partungko Naginjang”.

Tanaman kentang Granola Kembang sangat cocok di dataran tinggi kawasan Tele.
PPL di Kec Harian, Elisabet Situmorang menyampaikan cara penanaman bibit kentang varietas granola L.

“Penanaman kentang dilakukan satu Minggu setelah pengolahan tanah dan pembuatan bedengan yang di mulai dari pupuk kandang diletakan di alur berjarak 25-30 cm, dengan dosis 0,5 kg – 0,8 kg per titik”, paparnya.

Umbi bibit diletakan satu per satu diatas pupuk kemudian diberikan furadan serta pupuk buatan 15 gram/tanaman terdiri dari campuran pupuk urea dan SP36. Umbi dibenamkan ke tanah setebal 15-20 cm. Jarak tanaman kentang  berjarak 25 x 80 cm atau 30 x 70 cm dan populasi tanamannya 50.000/ha atau 47.000/ha.

Sambung Elisabet, sistim pemeliharaan di kentang meliputi menyiang gulma, menyiram tanaman, mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan memberikan pupuk susulan.

Pemupukan dilakukan sewaktu tanam dan setelah penyiangan, pemupukan dilakukan sekitar 1 bulan setelah tanam. Pemupukan susulan pertama dilakukan 21 hari setelah tanam dengan memberikan urea berdosis 150-200 kg/ha dan KCl dengan dosis 100kg/ha. Pemupukan sususlan II dilakukan 45 hari setelah tanam dengan dosis urea 100-150 kg/ha serta  KCl dengan dosis 100 kg/ha. Aplikasi pemupukan dialur pada bagian sisi kanan atau kiri tanaman kemudian ditutup kembali dengan tanah, katanya menutup. (MR/JB Rumapea).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.