OJK Bangun Sinergitas Bersama Pemprovsu Melalui TPAKD

SHARE
71 views

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (OJK KR5 Sumbagut), membangun sinergitas antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) lewat Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Hal itu ketika OJK melakukan audensi ke rumah dinas Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Jalan Sudirman 41, Medan, Rabu (14/10/2020).
Gubsu berharap sinergitas Pemrovsu bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui TPAKD Provsu berjalan dengan baik dan terjaga.
Demikian disampaikan Gubsu ketika menerima audiensi OJK KR5 Sumbagut.

Walaupun demikian Gubsu juga berharap sinergitas tetap terjaga dengan stakeholdher terutama dimasa Pandemi Covid-19.
Karena berdampak ke berbagai sektor yakni pariwisata, UMKM dan lainnya.

Dimana diantaranya pertumbuhan ekonomi yang terpuruk akibat Covid-19, sehingga minat daya beli masyarakat menurun serta terganggu terhadap kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga yang lainya.

“Sebagai motor pengerak yakni adanya sinergitas yang dilakukan secara bersama untuk pemulihan perekonomian. Akan tetapi semua membutuhkan energi, pemikiran dan kebijakan secara sigap dan tepat,” beber Gubsu.

Gubsu berharap TPAKD mampu memberikan atau membuat terobosan baru secara nyata dan riil untuk kepentingan masyarakat, terkhusus UMKM yang memerlukan akses keuangan. “Tolong ini riil untuk UMKM, agar bisa dapat akses keuangan dengan mudah, berbuatlah yang terbaik,” pesan Gubsu.

Selanjutnya, sebagai informasi, hingga sekarang sudah ada 4 TPAKD Kabupaten/Kota di Sumut. Dan nantinya akan menyusul 29 TPAKD Kabupaten/Kota segera dikukuhkan oleh Gubsu.

Terkait hal itu, Kepala OJK KR 5 Sumbagut Yusuf Ansori, menyampaikan Sumut merupakan Provinsi tercepat dan terbanyak membentuk TPAKD.

Selanjutnya, papar Yusuf ada beberapa program kerja TPAKD Sumut, yakni percepatan pembentukan Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Sumut, sinergi program Laku Pandai ‘One Village One Agent’ bersama program sembako, menuju UMKM yang bermartabat serta berdaya saing global.

Disisi lain, swasembada juga ketahanan pangan, optimalisasi sektor kelautan perikanan dan akselerasi serta perluasan Gerakan ‘Ayo Menabung’.

Hingga saat ini 4.577 Desa/Kelurahan sudah terbentuk dengan masing-masing satu agen Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka keuangan Inklusif.

Kemudian sekarang sudah ada 2.642.915 pelajar di Sumut sudah memiliki rekening di bank. Tentu ini merupakan salah satu contoh realisasi program kerja TPAKD Sumut.

Dijelaskan Yusup, OJK terus mendorong perbankan agar tetap menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Per September 2020, penyaluran KUR sebesar Rp5,25 Triliun untuk 132.073 debitur.
Untuk sektor terbanyak disalurkan kepada produksi yakni pertanian, pengolahan, perikanan dan lainnya sebesar 65,77%. Sedangkan sektor lain yakni non produksi atau perdagangan sebesar 34,33%. “Sumut merupakan tertinggi ke-6 secara nasional dan ke-2 untuk provinsi luar Jawa,” terangnya.

“Hadir disaat audensi yakni Kepala Bappeda Sumut, Kepala Biro Bina Perekonomian Setdaprovsu Ernita Bangun serta Direktur Utama PT Bank Sumut Muchammad Budi Utomo,” tutupnya. (MR/JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif