Dewan Pers Ajak Perusahaan Media Ciptakan Pers Yang Berkualitas

Dewan Pers Ajak Perusahaan Media Ciptakan Pers Yang Berkualitas
SHARE
137 views

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers dan Dewan Pers, Ahmad Jauhar mengatakan, media cetak merupakan salah satu industri yang mengalami disrupsi Inovasi paling keras. sama hal nya dengan objek pangkalan yang tergusur ojek online. Taksi argo menjadi taksi online, pasar menjadi market-palce daring, toko kelontong menjadi toko online atau e-commerce, sehingga tercipta pasar baru, aturan main baru, nilai-nilai bisnis yang baru, cara berbisnis yang baru, jaringan bisnis baru pula.

” Maka tercipta juga arena persaingan baru (playing field) yang baru,” kata Ahmad Jauhar pada acara work shop Jurnalis yang diselenggarakan oleh Serikat Media Siber Indonesia wilayah Sumut bekerjasama dengan Dewan Pers diselenggarakan di gedung Bina Graha Provsu Jalan Diponegoro Medan, Rabu (16/9).

Workshop yang bertema “Masa Depan Media Digital, Kode Etik dan Pedoman Media Siber”, tersebut juga menghadirkan Kanit II Subdit V Siber Dit Reskrimsus Polda Sumut, IPTU Victor Pasaribu SH dan Kabid Pengelolaan Informasi Kominfo Sumut, Harvina Zuhra mewakili Pemprov Sumut serta mantan Kadis Kominfo Pemprovsu, Edy Sofyan sebagai moderator. Turut hadir juga mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara,  Kepala Balitbang Provsu/Plt Kadis Kominfo Provsu, Ir. H. Irman Oemar M.Si.

Untuk itu, tambah Jauhar, perusahaan Media harus menciptakan Pers yang berkualitas sebagai mana fungsi pers yakni :sumber penyebaran informasi yang berimbang, (verifikator setiap fakta), mendidik masyarakat (termasuk pendidikan politik), penyedia hiburan bagi masyarakat, mengawasi penguasa (watch dog), dalam menjalankan pemerintahan sebagai bagian dari fungsi sosial control, mediator antara publik dan sebagai ruang advokasi publik.

Jauhar juga menyarankan agar wartawan dalam menerima informasi dari Media Sosial harus juga berhati-hati, dan harus  diolah dan diperkaya sekaligus diverifikasi kebenarannya.

” Kalau hanya mengandalkan media sosial semata, media akan mudah terjebak penyebaran media hoaks. Junjung tinggi Kode Etik jurnalistik yang menjadi pegangan pers dalam bekerja. Berita harus berbasis pada fakta yang diverifikasi. Media pers yang tidak mampu mendiferensiasikan diri dari medsos bakal ditinggalkan pembaca/konsumennya. Carilah Diferensiasi itu sedalam mungkin,” sebutnya.

Selain itu, dalam bertugas, pers harus tetap berdasarkan Undang-Undang Pokok Pers No.40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Tentang Media Siber yang saat ini sedang berkembang drastis, Jauhar juga mengingatkan, agar pemberitaan di media siber wajib mencantumkan syarat dan ketentuan mengenai isi buatan pengguna dan tidak bertentangan dengan UU No.40 Tahun 1999 tentang pers dan Kode Etik Jurnalistik. Pedoman media siber ini, ditandatangani oleh Dewan Pers dan komunitas Pers di Jakarta pada 3 Februari 2012.

Adapun pedoman itu meliputi : Verifikasi dan keperimbangan berita, Isi buatan pengguna, (user generate contens), Ralat, Koreksi, dan hak jawab, Pencabutan Berita, Iklan, Hak Cipta dan Penyelesaian sengketa.

Standart Kompetensi Wartawan

Ditambahkan Jauhar lagi, salah satu tujuan utama sertifikasi wartawan dengan jenjang Muda-Madya dan Utama adalah memastikan bahwa wartawan memiliki kompetensi, pengetahuan, dan ketrampilan yang memadai untuk bekerja disektor media. Sesuai amanat UU Nomor 40 Tahun 1999, tentang pers, jurnalis Cum Media memiliki fungsi mendidik, menghibur, dan menjalankan kontrol sosial. 

“Ide dasar dari sertifikasi UKW ini mirip dengan lisensi bagi lulusan fakultas hukum yang ingin mendapat izin melakukan pembelaan kasus di pengadilan, atau lulusan fakultas Kedokteran, yang ingin memperoleh izin membuka praktik layanan kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Iptu Viktor Pasaribu, mewakili dari Poldasu yang dibawakan oleh Subdit V Siber Ditreskrimsus Poldasu, memaparkan tentang IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG RI NO.19 TAHUN 2016 PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG RI NO.11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK. 

Dijelaskannya, Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda,angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya. Transaksi Elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan Komputer, jaringan Komputer, dan/atau media elektronik lainnya.

“Kejahatan yang menggunakan Fasilitas Internet ( Cyber Gambling, Cyber terrorism, Cyber Fraud, Cyber Sex, Cyber Narcotism, Cyber Smuggling, Cyber attacks on critical infrastructure, Cyber Balck Mail, Cyber Threatening, Pencurian data, pencemaran nama baik, dan lain sebaginya). KEJAHATAN KOMPUTER (masuk ke system secara illegal, Ddos attack, Hacking, Tracking, Phreacing, Membuat dan menyebarkan yang bersifat merusak seperti Malicous Code al viruses, worm, Rabbits, Trojan, dan lain sebagainya),”jelasnya.

” Berikut kasus-kasus yang berhubungan dengan transaksi elektronik(Carding, Money Laundring, Pasar Modal, Pajak, Perbankan, dan lain-lain). Adalagi kasus-kasus yang berhubungan dengan teknologi Komunikasi dan Informasi( Penyadapan telephon, Penyalahgunaan Voip, Penipuan Melalui telephon genggam),”sebutnya.

Perbuatan yang dilarang menurut UU ITE ada pada BAB VII Pasal 27-37. 1. PORNOGRAFI DAN PROSTITUSI ONLINE, PASAL 45 (1) Jo PASAL 27 ( 1) UU ITE, DISTRIBUSI  TRANSMISI KONTEN BERISI MUATAN MELANGGAR ASUSILA, 6 TAHUN – 12 TAHUN. 2. JUDI ONLINE, PASAL 45 (2)
Jo PASAL 27 (2) UU ITE, DISTRIBUSI & TRANSMISI KONTEN BERISI MUATAN PERJUDIAN, hukuman penjara 6 TAHUN. 3.PENCEMARAN NAMA BAIK, PASAL 45 (3) Jo PASAL 27 (3) UU ITE, Distribusikan & Transmisi Konten Berisi Penghinaan, 4 Tahun. 4.Pengancaman PASAL 45 (4) Jo pasal 27 (4) UU ITE Sengaja membuat dan mentransmisikan konten berisi pemerasan dan pengacaman dihukum 6 TAHUN, PASAL 45B JO PASAL 29 UU ITE, Mnegirimkan Komten/Dok Elektronik Berisi Ancaman ditujukan secara pribadi dihukum 4 (empat) tahun. 5. Penipuan/Berita Bohong dan Menyesatkan, PASAL  45 (1) Jo PASAL 27 (1) UU NO 19 TH 2016 UU ITE, Sengaja sebar berita Bohong yang dapat merugikan, ancaman hukuman 6 tahun.6. ILEGAL AKSES, PASAL 46
Jo PASAL 30 UU NO 19 TH 2016 UU ITE, Sengaja tanpa hak mengakses media Elektonik milik orang lain 6 TAHUN. 7. VIRUS, MALWARE & DDOS, PASAL 33 UU NO 19 TAHUN 2016
UU ITE, SENGAJA MEMBUAT TERGANGGUNYA SISTEM ELEKTRONIK, dan PASAL 34 UU NO 19 TAHUN 2016
UU ITE, SENGAJA MENGGANDAKAN DAN MENDISTRIBUSIKAN SOFTWARE UTK FASILITAS KEJAHATAN ancaman pidana 10 Tahun. 8.SKIMMING, PASAL 32 UU ITE, 1.SEGAJA MERUBAH DOK.ELEKTRONIK MILLIK ORANG LAIN/MILIK PUBLIK 2.TANPA HAK MENTRANFER DOK ELEKTRONIK MILIK ORANG LAIN 3.MENYEBARKAN FILE DOK.ELEKTRONIK RAHASIA KE PUBLIK, masa hukuman 1.8 TAHUN 2.9 TAHUN 3.10 TAHUN. PASAL 45 (1)Jo PASAL 27 (1) UU ITE, SENGAJA MENGGANDAKAN DAN MENDISTRIBUSIKAN TANPA HAK SUATU SOFTWERE  UNTUK FASILITAS KEJAHATAN, dengan ancaman pidana 10 tahun.

Dijabarkan lagi, mengenai Undang-Undang RI No.19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU Nomor II Tahun 2008 Tentang Perubahan Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 44 : Alat bukti penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di siding pengadilan menurut ketentuan Undang-undang ini adalah sebegai berikut : a.Alat bukti sebagaimana dimaksud dalam ketentuan perundang-undangan dan alat bukti. b.alat bukti lain berupa informasi Elektronik  dan atau dokumen elektronik sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 angka 1 dan angka 4 serta pasal 5 ayat (1) ayat (2) dan Ayat (3). Pasal 43 ayat (5) huruf j; meminta bantuan yang diperlukan dalam penyidikan tindak pidana berdasarkan Undang-Undang ini. ” Penjelasan pasal yang dimaksud dengan “Ahli” adalah seseorang yang memiliki keahlian khusus di bidang tehnologi informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, secara akademis maupun praktis mengetahui pengetahuan tersebut,” ujarnya.(MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif