Sinergi PGN dan UMKM, Menunjang Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
METRORAKYAT.COM, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas bumi berkomitmen menyediakan sumber energi bersih dan ekonomis di sektor ekonomi kecil menengah (UMKM) untuk menunjang pembangunan ekonomi Indonesia.
Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengungkapkan bahwa UMKM merupakan segmen usaha distribusi PGN dengan menggunakan moda distribusi pipa maupun non pipa.
PGN menargetkan serta meneruskan pemanfaatan gas bumi ke UMKM, khususnya di wilayah memiliki tingkat daya beli lebih tinggi.
UMKM tergolong sebagai Pelanggan Kecil (PK) PGN, termasuk pelanggan yang memanfaatkan energi gas bumi tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga tetapi juga untuk usaha komersial, diantaranya bergerak di bidang kuliner, bahan baku makanan, laundry, kerajinan, dan sebagainya.
“Pada prinsipnya PGN ingin meningkatkan kemampuan UMKM di berbagai wilayah dapat mandiri dan berdaya saing, sehingga mampu menunjang pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dengan performa gas yang mengalir 24 jam dan harganya yang lebih terjangkau, akan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya”, terang Rachmat lewat siaran press relis yang di terima metrorakyat.com, Selasa (11/8/2020).
Lebih lanjut, Rachmat menjelaskan efisiensi biaya energi dapat menunjang peningkatan produksi dan pengembangan usaha, sehingga menyerap lebih banyak tenaga kerja. Dengan adanya energi gas bumi ke pelanggan UMKM, diharapkan menjadi stimulus baru perkembangan perekononian berkelanjutan.
Yaitu penggunaan gas bumi mampu meningkatkan produksi usaha rumahan produsen tepung roti, Hedo Panko di wilayah Kedaton Lampung. Produsen tidak hanya produksi pagi hari, tetapi juga setiap saat karena aliran gas bumi senantiasa tersedia 24 jam.
“Dalam kurun waktu tiga bulan, Hedo Panko mampu menyerap tenaga kerja sekitar 50 orang. Bahkan, pemilik usaha ini dapat mengembangkan produk yaitu produksi nugget ayam, jadi tidak hanya tepung roti saja”, ucapnya.
Pemilik Warung Lesehan Kushadi di Pasuruan, Jawa Timur, dengan menggunakan gas bumi bisa menghemat biaya bahan bakar sekitar 50 persen, alhasil bisa meraih keuntungan lebih banyak.
Selain menjaga kelancaran penyaluran gas, PGN juga memberikan edukasi kepada pelanggan terkait dengan keamanan dan pemakaian gas yang tepat.
“PGN konsisten memberikan simulasi dan edukasi tsebelum gas tersambung, serta dilakukan serangkaian tekanan di pipa gas. Hal ini dilakukan agar pelanggan mendapatkan sumber energi yang efisien, praktis, dan aman,” imbuh Rachmat.
“Kami membuka kesempatan yang sebesar-besarya bagi pegiat UMKM lain yang berminat untuk menggunakan gas bumi sebagai bahan bakar. Harapannya, bagi UMKM pengguna gas bumi dapat semakin berkembang usahanya sehingga bisa memajukan perekonomian,” ujar Rachmat.
Wilayah kegiatan usaha distribusi PGN, termasuk untuk UMKM, dikelola oleh Sales Area di berbagai daerah. Saat ini, PGN memiliki 19 Sales Area yang menjalankan kegiatan usaha distribusi dan niaga yang tersebar di berbagai wilayah diantaranya di Jabodetabek, Palembang, Lampung, Batam, Riau, Pekanbaru, Dumai Medan, Cirebon, Cilegon, Semarang, Pasuruan, Sidoarjo, Tarakan hingga Sorong.
Selain itu, PGN juga berkomitmen untuk menggerakkan sektor ekonomi kecil dan menengah (UMKM) melalui Program Kemitraan CSR di Desa Binaan PGN, sekitar wilayah Offstake Station PGN, yaitu BUMDES Sabar Subur di Teluk Terate, Banten; BUMDES Tri Daya, Minosari Prima, Labuhan Maringgai Lampung; BUMDES Pagardewa di Muara Enim, Sumatera Selatan, Kelompok Pengasap Ikan dan Resto Apung di Kampung Ikan Asap Sidoarjo; Kelompok Rulaku di Desa Kupang Sidoarjo; dan KPKM Tembesi Tower di Batam.
“Rata-rata UMKM yang berada di Desa Binaan PGN, bergerak pada bidang kuliner, jual beli hasil pertanian, dan kebutuhan pokok atau sembako. Di Desa Binaan Desa Panaran Pulau Lance Batam, kami juga berupaya membantu pengembangan program ekonomi kreatif agar bisa memberikan tambahan pendapatan masyarakat, dan memaksimalkan hasil dari kelembagaan koperasi dan UMKM yang ada,” jelas Rachmat.
Lebih lanjut, Rachmat menjelaskan, program ini juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dan mengurangi tingkat pengangguran di desa binaan tersebut. Ekonomi kreatif yang telah dikembangkan diharapkan memunculkan ide-ide baru ataupun inovasi yang dapat dimanfaatkan bersama.
PGN juga masih mengawal pengelolaan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) dan homestay Karangrejo serta desa binaan Kampung Palawija, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sampai masyarakat setempat dipastikan mampu mandiri dan berdaya saing.
“Dari program di sana, kami berupaya untuk bisa menggerakkan kesiapan masyarakat untuk berwirausaha, meskipun masih taraf UMKM dengan memberdayakan potensi kuliner dan kerajinan yang bisa dipasarkan kepada ara wisatawan,” jelas Rachmat.
Rachmat mengungkapkan bahwa PGN sebagai perusahaan yang peduli pada tujuan keberlanjutan, PGN akan konsisten memberikan pelayanan gas bumi terbaik dan saling bersinergi bersama seluruh pihak untuk kemajuan pemanfaatan gas bumi yang aman, efisien, dan ramah lingkungan.
“Investasi kepada masyarakat meski di luar kegiatan bisnis utama, juga digerakan dalam menunjang pembangunan berkelanjutan dengan menjadikan desa-desa di sekitar wilayah operasi yang maju dan mandiri,” tutup Rachmat. (MR/JB Rumapea)

