PT PP Bermasalah Dengan Subcon Lokal, Gedung Inalum Ini Bakalan Di Segel

PT PP Bermasalah Dengan Subcon Lokal, Gedung Inalum Ini Bakalan Di Segel
Bagikan

METRORAKYAT.COM, BATUBARA – Pembangunan gedung PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau PT. Inalum sudah rampung dikerjakan oleh PT. Pembangunan Perumahan alias PT PP. Tbk, namun, masalah baru muncul setelah proyek gedung megah itu rampung dikerjakan.

Arif Afdali misalnya, salah satu sub-kontraktor lokal di Kuala Tanjung, dia mendapat penunjukan pekerjaan dalam pembangunan proyek gedung PT. Inalum langsung dari Site Engineering Manager PT. PP Tbk, yakni Taufik Agung.

Taufik Agung, disebut-sebut oleh subkontraktor di daerah itu belum membayar jasanya dari proyek yang dimenagkan PT. PP tersebut.

Menurut Arif Afdali, hingga saat ini pihaknya selaku sub kontraktor  untuk alat excavator dan crane, belum dibayar PT. PP selaku pelaksana proyek gedung Inalum.

Subkontraktor Dirugikan PT. PP

Tanpa kepastian adanya pembayaran, kata Arif Afdali, tentunya mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi dirinya terutama pada usahanya.

Cicilan PT. PP ke Subkontraktor tidak Signifikan hingga Terhenti

Lebih lanjuf Arif Afdali mengatakan sudah berulang kali melakukan penagihan melalui beberapa kali somasi, barulah PT. PP melakukan pembayaran dengan cara mencicil.

Akan tetapi kata Arif Afdali, nilai cicilannya ternyata tidak signifikan dan pembayaran yang terakhir dilakukan PT. PP hanya Rp4 juta, dari total tunggakan PT. PP kepada dirinya senilai Rp.663.430.917, sisa dari tunggkan Rp 1.705.519.000 dimulai sejak dari 25 Oktober 2019, hingga 05 Februari 2020 kemudian cicilan tersebut-pun terhenti.

PT. PP Sudah Menerima Dana Pencairan 90% dari PT Inalum

Arif Afdali kemudian mengaku sangat menyayangkan kontraktor PT. PP sekelas BUMN itu dapat mengabaikan kewajibannya kepada sub kontraktor kecil, entah karena alasan administrasi yang tidak profesional ataukah memang PT. PP sedang mengalami kesulitan uang.

Yang Arfi Afdali ketahui, PT. PP sudah menerima 90 persen pencairan dari PT. Inalum hingga mencapai lebih dari Rp 300 miliar.

Sampai saat ini Arif Afdali masih sangat berharap seluruh tunggakan PT. PP kepada dirinya yang tersisa senilai Rp 600 juta lebih tersebut dapat dibayarkan PT. PP Tbk.

Arif Afdali kemudian mengungkap pihaknya sudah beberapa kali meminta pembayaran langsung kepada Site Engineering Manager PT PP Tbk, Taufik Agung, setelah mendapatkan printah membuat surat kepada manager projek.

Hanya saja, Taufik Agung selaku Engineering Manager PT. PP Tbk dituding enggan membayarnya.

Arif Afdali mengatakan sudah muak dengan janji-janji manis Taufik Agung yang sudah berulangkali ingkar menjanjikan pembayaran Rp 600 juta tungagakan PT. PP tersebut.

PT. PP Tak Punya Iktikad Baik

Bahkan hingga sampai sekarang, lanjut Arif Afdali, PT. PP tidak ada iktikad baik mau melunasi tunggakannya lebih kurang senilai Rp663.430.917 tersebut.

“Aku udah muak dengan janji manisnya pak Taufik ini, katanya minggu depan saya bayar, minggu depan saya bayar dan begitu seterusnya, seolah kata saya yang terus dilontarkannya seperti uang pribadinya saja, sementara sebentar lagi PT. PP akan pergi dari Kuala Tanjung karena pencairan dana 300 miliar dari Inalum sudah diterima PT PP, hanya tinggal 10 persen lagi selesai,” katanya.

Site Manager PT. PP Dituding Tilikung Sub-kontraktor

“Saya hawatir setelah pencairan 10 persen lagi dari PT. Inalum yang akan diterima PT PP, uang saya ini seperti ingin ditilikung oleh Site Engenering PT PP,” tuding Arif.

SEM Magaer PT. PP Mempersulit Subkontraktor Lokal

Arif Afdali meyakini, bukan PT. PP Tbk yang tak punya uang untuk membayar sub kontraktor karena 90 persen lebih dari Rp 300 miliar proyek itu sudah diterima oleh PT. PP dari PT. Inalum, hanya saja, lanjut Arif Afdali, “Taufik Agung lah yang selama ini mempersulit tunggakan Rp 600 juta tersebut”.

Padahal kata Arif, yang dia pinta bukanlah uang pribadi milik Taufik Agung, melainkan, uang jasanya yang belum dibayarkan oleh PT. PP Tbk terkait dalam pembagunan gedung Inalum, yang kini sudah cair 90 % selesai dikerjakan PT PP.

“Sampai saat ini tidak ada iktikad baik dari Engineering Manager PT PP, Taufik Agung, seolah uang PT PP itu dianggapnya sudah seperti uangnya sendiri,” katanya

“Bahkan lanjutnya “sejak 15 Mei 2020 lalu sudah aku surati projek Manager PT. PP untuk melunasi Rp 600 juta itu sesuai dengan arahan pak Taufik Agung, tapi tidak ada juga kejelasan dari pak Taufik, hanya janji manis,” katanya melaporkan untuk kontra.ID pada Kamis, 13 Agustus 2020 kemarin.

Gedung PT Inalum Akan Disegel

Arif menambahkan, seandainya dalam jangka waktu dekat tidak mendapatkan kejelasan terkait tunggakan PT. PP Rp 600 itu, dirinya akan demo dan melakukan penyegelan dengan sepanduk besar terhadap Gedung PT Inalum.

“Kalo tidak ada solusi lagi kita akan lakukan demo penyegelan dengan sepanduk besar di gedung PT. Inalum. Soalnya uang tunggakan yang kita minta itu tak sedikit, sekitar Rp600 juta dan akan digunakan untuk membayar utang dan para pekerja,” tegasnya.

SEM Manager PT. PP Hemat Berkomentar

Terkait kasus tunggakan PT. PP senilai Rp 600 juta kepada Sub Kontraktor, Site Engineering Manager PT. PP Taufik Agung saat dikonfirmasi hemat berkomentar.

“Sudah, nanti biar saya urus sama pak Afdali” kata Taufik Agung untuk berita Kontra.ID, pada Kamis, 13 Agustur 2020 tempo lalu.

Saat ditanya terkait jumlah tungakan PT. PP senilai Rp 600 juta kepada Subkontraktor tersebut, Taufik mengatakan jumlah Rp 600 juta itu belum dikonfirmasinya.

“Belum dikonfirmasi,” tutupnya.

PT Inalum Salahkan PT. PP Tbk

Terkait kasus tunggakan PT. PP ini, Manager sekaligus penangung jawab dalam Projek Gedung PT Inalum, Ari Suryo Purnomo saat dikonfirmasi menyalahkan PT PP.

“Itu murni kesalahan PT PP, karena 90 persen sudah kami cairkan kepada PT PP, coba sebutkan nama Sub-kontraktornya, biar saya ingatkan kepada Taufik kenapa belum dibayar, harusnya kan tahun lalu PT. PP sudah bayar itu ke subkontraktor,” kata Ari Suryo.

Manager Projek Gedung PT. Inalum Kecewa Berat

Lebih lanjut Ari Suryo mengatakan, pihak PT Inalum sangat kecewa dengan PT PP Tbk, sebab jika gedung itu masih bermasalah dengan sub kontraktor, Inalum pasti akan kena imbas buruknya.

Sebab kewajiban pembayaran kami kepada PT. PP sudah kami jalankan, kok bisa pembayaran PT. PP untuk alat excavator saja masih bermasalah dengan sub kontartornya, harusnya sudah diselesaikan itu di tahun 2019, kan sebentar lagi proyeknya 100 %,”

“Jadi ini murni kesalahan PT PP, kalo Inalum ga ada masalah dengan subkontraktor, kewajiban kami sudah kami selesaikan dengan PT PP, nanti saya akan ingatkan Pak Taufik membayarnya,” cetusnya.(MR/TA/Ar)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.