Petani Aceh Timur Mengeluh Harga Jagung Anjlok

Petani Aceh Timur Mengeluh Harga Jagung Anjlok
SHARE
317 views

METRORAKYAT.COM, ACEH TIMUR – Bukhari Muslim.MH Ketua Kontak Tani Nelayan Anfalan(KTNA) kecamatan Serbajadi Aceh Timur menyampaikan keluhanya pasalnya, harga jagung bantuan APBA tahun anggaran 2020 yang sudah dipanen harganya anjlok.”ungkap Bukhari Muslim MH Rabu 5 Agustus 2020.

Lanjut Bukhari Muslim,”Masyarakat petani jagung di Serbajadi mengeluh karna harga jual jagung Anjlok, Petani di Kecamatan Serbajadi kabuoaten Aceh Timur pada tahun 2020 dapat bantuan bibit jagung bisi 18 melalui sumber dana APBA, untuk lahan seluas 560 hektar yang di kembangkan oleh 36 kelompok tani di 7 desa dalam kecamatan Serbajadi.”ujar Bukhari Muslim.

“Dimana bibit tersebut di bagikan sesuai menurut luas lahan yang di sediakan oleh kelompok tani. Ada kelompok yang mendapat seluas 25 hetar. ada yang 15 hektar dan yang 10 hektar.”

“Antara lain nama desa yang ikut mengembangkan jagung bisi 18 bantuan APBA thn 2020 yaitu, desa Bunin, desa Arulduren, desa sembuang desa selemak, desa Mesir, desa Rampah, desa Persiapan Sp 1 Kuala Pangguh.”paparnya.

“Bantuan bibit jagung bisi 18 tersebut di lengkapi dengan pupuk NPK 16 16 16 setiap Anggota mandapakan pupuk NPK 16 16 16 sebanyak 100 kg per hektar.”

“Bibit tanaman tersebut di tanam berperiasi ada yang begitu sampai bibit langsung di tanam ada yang di bersih kan dulu lahan nya baru di tanam.”

“Saat ini jagung bantuan tersebut sudah semaunya tertanam di setiap kelompok taninya. Bahkan kemarin Selasa 4 Agustus 2020 kelompok tani Musarajadi desa Bunin kecamatan Serbajadi telah melaksanakan panen perdana jagung tersebut. Yang di hadiri oleh kepala BPP kecamatan Srbajadi Manteri Tani, KTNA kecamatan Serbajadi dan penyuluh-penyuluh dari BPP kecamatan Serbajadi.”ujat Bukhari.

“Hanya sayang nya masyarakat saat ini mengeluh karna harga jual jagung saat ini lagi Anjlok dari biasanya harga jual di tempat mencapai Rp 4000/3500 per 1 kg. Namun baru-baru Ini kami menjual jagung di tempat Rp 2400/2600 per 1 kg. Hal ini yang membuat kami mengeluh karena kalau di hitung dengan biaya yang di keluarkan sudah tidak mendapat hasil lagi Apa lagi bagi petani yang bermodal, yang bibit nya di beli pupuk nya di beli ongkos bersihkan lahan ongkos tanam sudah di pastikan rugi.”keluh Bukhari.

“Sedangkan masyarakat Serbajadi saat ini 50 persen menggantungkan ekonominya untuk menanam jagung dan padi sesuai dangan anjuran pemerintah untuk memperkuat pengembangan tanaman pangan di Indonesia.”

“Maka dengan ini kami berharap kepada pemerintah agar dapat kiranya mengambil kebijakan untuk mensetabilkan harga jual hasil tani masyarakat di Serbajadi demi menghidari terjadi kemiskinan yang lebih meluas lagi di Aceh Timur di serbajadi kususnya.”pungkas Bukhari Muslim. ( MR/DANTON )

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif