Menjelang Libur Panjang, DPRD Samosir Monitoring Tempat Wisata

Menjelang Libur Panjang, DPRD Samosir Monitoring Tempat Wisata
SHARE

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Menjelang libur panjang saat Idul Adha 1441 Hijriah, DPRD Kab Samosir melaksanakan monitoring di daerah objek wisata.

Ini dilakukan pasca diberlakukannya destinasi pariwisata bagi wisatawan nusantara (wisnu), Jumat (31/7/2020). Secara umum lewat Komisi III DPRD Samosir cukup mendapat perhatian khusus untuk pelaku wisata.

Dimana telah dibukanya obyek wisata, hal ini membuat anggota DPRD Komisi III diketuai Jonner Simbolon didampingi Sekretaris Dewan Marsinta Sitanggang, Wakil Ketua Dewan Wakil Ketua DPRD, memonitoring daerah wisata yakni Tuk-tuk, Pasir Putih Parbaba dan Batu Hoda Beach merupakan destinasi wisata.

Jonner Simbolon Ketua Komisi III menyatakan dengan dibukanya obyek wisata untuk wisnu pengelola memiliki tanggungjawab menyiapkan persyaratan protokol kesehatan sesuai surat edaran (SE) Bupati Samosir.

“Diantara persiapan yakni alat pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan, mewajibkan pengunjung menggunakan masker dan membuat pembatas tempat duduk”, urai Jonner.

Dari hasil pantauan metrorakyat.com, sudah ada beberapa spanduk sebagai himbauan bagi wisatawan dengan mencantumkan persyaratan yang sudah terpenuhi,” ungkapnya.

Jonner, walaupun himbauan pelaku wisata tetap melakukan pengawasan secara ketat terhadap semua pengunjung.

Dan apa bila ditemukan,. memiliki gejala mirip Covid-19 hendaklah segera diproses. “Wisatawan tetap dapat kepastian atau jaminan kualitas protokol kesehatan.

Salah satu pelaku wisata mengungkapkan sebelum pembukaan pariwisata untuk wisatawan nusantara, obyek wisata ini menyatakan kesiapannya menerima kunjungan.

“Untuk membuat rasa aman Winu. Sejumlah hal membuat wisatawan merasa aman dan nyaman berlibur objek wisata”, katanya.

Di kesempatan, dirinya mengungkapkan ke DPRD Samosir, menurut informasi di jalur masuk Samosir di Parapat, terjadi lonjakan pengunjung hendak menyeberang.

Disatu sisi, kapal beroperasi hanya satu sehingga terjadi antrian panjang kendaraan dan pengunjung di Parapat.

“Pengelola objek wisata meminta DPRD Samosir turut menyuarakan agar ditambah kapal pengopersiannya, sehingga wisatawan tidal sulit” tuturnya. (MR/JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif