Pemkab Samosir Sosialisasi Penerapan New Normal Sektor Pariwisata
METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir lewat Wakil Bupati Samosir IrJuang Sinaga menyerahkan secara simbolis Banner New Normal ke salah satu peserta disektor kepariwisataan.
Ketua Gugus percepatan penanganan ( GTPP) COVID-19 Samosir mengundang pelaku pariwisata di Samosir nengikuti kegiatan sosialisasi dengan tujuan penerapan New Normal di sektor pariwisata di Hotel Rogate Beach, Desa Unjur Kec Simanindo, Jumat (10/07/2020).
Sosialisasi dihadiri Wakil Bupati, Wakapolres, Kasdim 0210/TU Mayor Ojak Simarmata mewakili Dandim, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Camat, pemilik hotel serta pengelola obyek wisata, homestay, pemandu wisata (HPW), serta pengurus PHRI.
Kegiatan diawali dengan laporan kepala dinas Pariwisata, dibuka Wakil Bupati, Juang Sinaga.
Kadis Pariwisata menyampaikan sosialisai penerapan new normal sebanyak 50 peserta.
Kepala Staf kodim (Kasdim) 0210/TU, Mayor Ojak Simarmata mewakili Dandim 0210/TU memberikan dukungan adanya Surat Edaran (SE) Bupati nomor 28 tahun 2020.
“Kodim 0210/TU membawahi 4 Kabupaten yaitu Taput, Toba, Humbang Hasundutan dan Samosir. Tugas TNI jika tidak ada operasi militer, maka bertugas membantu Pemkab yang diwilayah Distrik Militer 0210/ TU”, ucapnya.
Kasdim 0210/TU mengajak masyarakat khususnya peserta yang mengikuti sosialisasi agar mengikuti apa isi SE Bupati samosir tentang pedoman Tatanan New Normal.
“Peserta sosialisasi, mari bersama menjaga daerah ini agar aman dari virus Corona dan jangan terlalu takut, jika mengikuti prosedur yang dianjurkan Pemerintah dengan cara mencuci tangan, menjaga jarak, serta tidak bepergian ke daerah yang sudah masih zona merah”, ucap Juang Sinaga menyampaikan akan kesiapan pariwisata Samosir serta peraturan yang harus dipenuhi para pelaku pariwisata dan wisatawan.
“Hingga Agustus ini, pariwisata khusus masyarakat Samosir, nanti September baru membuka diri untuk wisatawan antar kabupaten,”ucapnya.
Juang mengingatkan pelaku wisata agar tetap memperhatikan SOP new normal, dimana wisatawan nanti berkunjung ke obyek wisata, serta menginap di hotel maupun Home stay agar dirapid test.
“Kita mengharapkan agar kiranya daerah kita tetal bebas dari corona, untuk apa kita dapat untung, namun kita nantinya sakit, karena kelalaian kita. Seperti kita tahu virus corona tidak mengenal umur maupun jabatan dan status sosial, Nah nantinya jika di new normal ini, terjadi kebobolan disuatu daerah wisata dan kita dapati ada yang terpapar virus corona, maka kita akan mengisolasi daerah tersebut selama 20 hari kedepan”, ungkap Juang Sinaga.
“Dengan mengikuti pedoman tatanan new normal ini mudah kita semua dapat terlepas dari Covid-19”. Terangnya. (MR/JB Rumapea)
