Bupati Samosir Apresiasi Penerapan Tatanan Normal Baru, Pelaku Pariwisata

Bupati Samosir Apresiasi Penerapan Tatanan Normal Baru, Pelaku Pariwisata
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Parawisata merupakan destinasi perkembangan wisata di Kabupaten Samosir. Dimana objek wisata di Samosir seperti Danau Sidihoni, Air Terjun Efrata, Batu Hobon, Aek Natonang dan lainnya.

Ditengah pandemi Virus Corona atau biasa disebut Covid-19 yang masih terus melanda, kurang lebih 4 bulan lamanya. Samosir mulai tanggal 1 Juli 2020 telah memasuki era kenormalan baru (new normal). Namun tetap mematuhi protokol keehatan dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 secara bertahap di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir menormalkan kembali aktifitas perekonomian masyarakat diberbagai sektor.

Terkhusus sektor pariwisata, meski masih diperuntukkan bagi warga lokal, kehidupan tatanan normal baru ini ternyata memberikan angin segar bagi sejumlah pelaku pariwisata. Mereka menyambut baik dan mengapresiasi.
Hal itu yang disampaikan Bupati Samosir Drs Rapidin Simbolon MM yang juga sebagai Gugus Tugas Percepatan Penangan (GTPP) Covid-19.
Bupati yang didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), agar tetap memberikan pelayanan dan mematuhi protokol kesehatan.

Salah satu pelaku wisata Mangoloi Sihaloho yang juga sebagai pemilik Pasir Putih Parbaba, berpendapat langkah Pemkab mulai menerapkan new normal tersebut adalah sebagai upaya baik untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata, tentunya dengan standar protokol kesehatan Covid-19.

Dijelaskan Mangoloi, di transisi new normal ini, kita berharap Pemkap maupun pihak terkait agar intensif mensosialisasikan dan monitoring penerapan SOP protap kesehatan terkait dengan pariwisata tersebut.

“Kiranya new normal ini menjadi ajang berbenah untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pengunjung di masa pandemi, dengan tetap ketat menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” ungkap Mantan Kadis Pariwisata Samosir itu, Rabu, 1 Juli 2020.

Dirinya mencontohkan, gugus tugas di setiap desa yang selama ini bekerja mencegah penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing, mesti harus tetap diaktifkan memonitoring lalu lintas orang serta senantiasa menghimbau warganya agar disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Sehingga dengan begitu, penerapan new normal di Kabupaten Samosir akan berhasil dengan mempertahankan zona hijau serta menjadi contoh bagi daerah lain. Dan lambat laun warga luar pun bisa diperkenankan mengunjungi pariwisata Samosir.

Objek wisata Batu Hoda Beach.
Senada, pengelola penginapan Romlan, Ucci Manurung juga menyambut baik penerapan new normal di Kabupaten Samosir. Menurutnya, hal ini menjadi kesempatan bagi dirinya selaku pengusaha untuk mengevaluasi penerapan SOP di tempat usahanya.

“Walaupun dari pemerintah sudah ada guideline minimal, penerapan dari satu tempat ke tempat lain kan berbeda. Jadi saya bisa evaluasi misal ada yang kurang atau tidak pas bisa diperbaiki sebelum benar-benar pariwisata Samosir terbuka untuk wisatawan luar,” tegasnya.

Ditambahkan Bupati Rapidin, penjagaan di setiap pintu masuk ke Samosir masih akan terus dilakukan. Namun menurutnya, satu hal terpenting saat ini harus dan wajib dilaksanakan yakni bagaimana menciptakan situasi Samosir tetap aman dari penyebaran Covid-19.

Dan itu, menurutnya, sangat tergantung dari disiplin masyarakat dalam penerapan protokol pencegahan pandemi ini. “Artinya masyarakat harus peduli dan memperhatikan protokol kesehatan, menggunakan masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak saat berinteraksi”, tuturnya.

“Kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat menjadi kunci penting agar penerapan tatanan normal baru bisa berjalan dengan baik di Kabupaten Samosir,” pungkas Bupati. (MR/ JB Rumapea).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.