oleh

Amar Sapua Pertanyakan Uang 17 Miliar Hasil Penjualan Club Sepakbola Persiram

SHARE
362 views

METRORAKYAT.COM, WAISAI – Club sepakbola kebanggaan masyarakat Raja Ampat, Persiram, telah dijual seharga 17 Miliar namun hingga kini tidak diketahui keberadaan hasil penjualan club berseragam biru hitam tersebut, hal ini dipertanyakan salah satu tokoh pemuda Raja Ampat, Amar Sapua, di Waisai, 08 July 2020.

Amar sangat menyayangkan klub yang dibangun dengan susah payah dari divisi IV hingga sampai pada puncak liga professional Indonesia, dijual begitu saja secara sepihak oleh managemen Persiram dibawah PT.Makmur Madani, sebuah BUMD milik Pemda Raja Ampat.

Selain dijual tanpa sepengetahuan pemerintah daerah kabupaten Raja Ampat, hingga kini, dana hasil penjualan sebesar 17 Miliar itu, tidak diketahui rimbanya, tegas Amar.
“Sampai hari ini tidak ada penjelasan dan alasan Persiram dijual ke pihak lain dan sampai saat ini tidak ada pemberitahuan resmi kepada pihak pemerintah daerah “
Alasan penjualan Persiram pun tidak jelas, apakah karena bangkrut, ataukah ada alasan lain, hingga berita ini ditayang, penjualan Persiram tanpa alasan yang jelas, semua serba tidak jelas.,”Tanya pemuda Raja Ampat asal Misool ini.

Amar mendesak agar kasus penjualan Persiram ini diusut tuntas, untuk itu dia meminta kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Raja Ampat agar menseriusi hal ini dan memanggil para pihak yang berkompeten untuk memberikan penjelasan tentang Persiram, bila perlu, diambil langkah hukum yang tegas dan terukur.

Hingga kini, masyarakat masih terus bertanya, kenapa Persiram dijual, dan jika dijual, kemanakah uang 17 Milliar tersebut. Bagaimana nasib persepakbolaan Raja Ampat kedepan. Amar berharap, Pimpinan dan Anggota DPRD Raja Ampat dapat menjawab keresahan masyarakat ini.

Dilansir sejumlah media, Klub sepakbola dengan julukan Dewa Laut itu, telah dijual sejak tanggal 27 Pebruari 2016, kepada PT.Arka Gega Magna, managemen PS.TNI, dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT.Persiram Makmur Madani, tertanggal 15 Maret 2019.(mr/Az)

Breaking News