Akibat Covid-19, Anak Didik Belajar Daring Pinjam Kantor Desa/Warkop

Akibat Covid-19, Anak Didik Belajar Daring Pinjam Kantor Desa/Warkop
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Akibat wabah Covid-19, peserta anak didik belajar daring menumpang di kantor desa dan warung kopi yang memilik WiFi. Di daerah panatapan Aek Rangat anak didik belajar daring dengan cara membeli makanan atau minuman, karena tersedia WiFi bahkan di kantor desa.

Anak didik dipaksa belajar diluar sekolah pindah ke rumah. Dengan sistem pembelajaran daring merupakan pilihan otoritas pendidikan di Indonesia, akibat Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Samosir bersama Kepala Sekolah tidak mau tau kondisi anak didik belajar daring di luar rumah. Pada hal berdasarkan Permendikbud No. 19 tahun 2020 tentang perubahan Teknis BOS Reguler.

Pasal 9 A ayat 1. a. Yang isinya Pembelajaran tanggungan daya dan jasa di maksud dalam Pasal 9 ayat 2, huruf (g) dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data atau pendidikan daring berdaya bagi pendidik/peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran di rumah.

Belajar memanfaatkan jaringan internet, memunculkan masalah tersendiri untuk anak didik di wilayah “Non/miskin jaringan internet”.
Martua Simbolon didampingi teman sekolahnya dan tidak mau ditulis nama sekolahnya menyatakan sangat sulit belajar daring harus keluar rumah.

“Bagaimana beli data pulsa cukup mahal, satu bulan Rp200-300 ribu. Orang tua hanya keladang”, ucapnya.

Anak didik dihadapkan persoalan ekonomi orangtua pas-pasan, jadi tidak sanggup beli data terkadang jaringan internet juga menjadi masalah.

“Kami tidak punya uang beli kuota internet, belum lagi signalnya lelet sehingga membuat kesulitan belajar daring di rumah,” tegas Tiara yang pelajar salah satu SMP kelas VIII di Simanindo.

Hal ini banyak Kepala Desa (Kepdes) kewalayahan membantu anak didik belajar daring di kantor desa.

“Ucapan terima kasih anak didik ke Kades yang membantu belajar daring di kantor desa. Karena sudah memberikan fasilitas Wi-Fi gratis belajar daring,” papar Tiara

Saat ditanya soal Dana BOS bisa diberikan beli data untuk anak didik, katanya menjawab tidak mau tau hal itu. Karena kalau pun ditanya ke Kepsek alasan tidak bisa digunakan.
Kami hanya meminta Bupati supaya mencopot Kadisdik/Kepsek karena tidak peduli terhadap anak didik, tegasnya.

“Semoga Bupati berani mencopot Kadisdik/Kepsek di Samosir ini. Tanpa pendidikan daerah tidak maju, maka masyarakatnya akan bodoh”, ucapnya dengan nada geram melihat tingkah Kadisdik/Kepsek.

Ketika wartawan menanyakan ke Kadisdik, katanya dengan alasan banyak anak didik tidak memilik Handphon (HP) Android. Sementara Kepsek salah SD Neg tidak mau ditulis namanya menyatakan itu wewenang Kadisdik.(mr/JB.Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.