Pandemi Covid 19, Polres Trenggalek Dirikan Kampung Tangguh
METRORAKYAT.COM, TRENGGALEK – Dalam mencegah dan mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19, Polres Trenggalek bersama Forkopimda Kabupaten Trenggalek, mendirikan Kampung Tangguh Semeru di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam.
Kampung tangguh ini diresmikan di Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (10/6/2020).
Di sana diterapkan berbagai upaya pemberdayaan dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Kampung tangguh juga dilengkapi dengan ruang observasi, ruang isolasi bagi putra dan putri, lumbung pangan, hingga dapur umum.
Sejumlah santri di sana juga telah mendapatkan pelatihan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek tentang tata cara penanganan dan pemulasaran jenazah Covid-19, sesuai standar WHO.
Peresmian kampung tangguh dilakukan Bupati Trenggalek M Nur Arifin didampingi pengasuh Pondok Pesantren Darussalam KH Mastur Ali, dan Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, serta Dandim 0806 Letkol Inf Dodik Novianto.
Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring dalam keterangannya kepada Warta Kota, Kamis (11/6/2020), mengatakan pendirian kampung tangguh di ponpes ini adalah salah satu upaya pihaknya mengajak peran serta masyarakat dalam penanganan dan pencegahan Covid-19.
Selain itu dengan cara ini kata Doni, maka warga atau santri di sana dapat melakukan upaya dan tindakan efektif, jika ada santri atau warga yang sakit dan mengalami gejala mirip Covid-19.
“Serta mengedukasi masyarakat dalam bidang ketahanan pangan, dengan mandiri dan mampu bertahan di tengah pandemi virus corona. Semoga Kampung Tangguh Ponpes ini bisa menekan angka positif Covid-19, tidak hanya di Ponpes, tapi juga di Kabupaten Trenggalek. Serta membuat semua warga lebih sadar dan disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” paparnya.
Sementara iru Pengasuh Ponpes Darussalam KH Mastur Ali mengatakan adanya kampung tangguh membuat para santrinya lebih paham atas bahaya Covid-19 dan semakin sadar pentingnya mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19?
Sedangkan Dandim 0806 Letkol Inf Dodik Novianto mengatakan adanya kampung tangguh di Ponpes Darussalam, dapat menjadi contoh bagi ponpes lain dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Sementara itu, Bupati Trenggalek H Moch Nur Arifin mengajak warga Trenggalek tidak boleh menyerah oleh Virus Corona, tetapi harus tetap produktif, terutama saat memasuki fase new normal atau tatanan kehidupan yang baru.
“Intinya tidak ada tatanan baru tanpa kesadaran yang baru. Karena kesadaran menjaga kebersihan, memakai masker, dan cuci tangan itu adalah kita sendiri yang menerapkannya. Yang paling penting kita sadar bahwa di Trenggalek belum ada tranmisi lokal Covid-19,” katanya.
Arifin berpesan jika Ponpes Darussalam menerima santri dari luar, agar lebih dulu diisolasi di ruangan khusus selama 14 hari, dan jam belajarnya disesuaikan.
Sebab Kampung Tangguh Ponpes Darussalanlm sudah dilengkapi dengan ruang isolasi mandiri.
“Jadi nantinya bisa dipastikan apakah santri dari luar itu terpapar Covid-19 atau tidak, sehingga tidak menulari santri lainnya,” katanya. (MR/Simon).
