Molen: Dengan Berkebun dan Beternak Banyak Yang Bisa di Dapat
METRORAKYAT.COM, BANGKA – Setelah selesai melakukan tugas sebagai walikota di pemerintahan kota Pangkalpinang dan menghadapi kejenuhan atau kebosanan di tengah padatnya rutinitas sehari hari.
Maulan Aklil yang biasa disapa Molen, hampir setiap sore cara menghabiskan waktu dengan kesibukan berkebun dan berternak, bahkan dengan cara tersebut menurutnya, bukan hanya menghalau kebosanan tapi jugai bisa membantu mengendalikan emosi. Jumat (12/6/2020) Kecamatan Merawang.
Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil yang akrab dipanggil Molen dengan logat daerah mengatakan bekebun ne dak ade (berkebun nggak ada) corona. “Saya bekebun ini tahu dari orang tua karena para orang tau kita waktu ku masih kecil pekerjaan juga berkebun,tapi waktu itu yang ditanam ubi , sahang dan macem macem. Karena dengan kita berkebun ini bukan hanya menghilangkan rasa jenuh tetapi disini dengan banyak gerakan sama dengan olah raga secara tidak langsung, tapi kenikmatan yang hakiki dari berkebun adalah kepuasan karena dengan berkebun ini pikiran tenang dan menghilangkan stress,”ujarnya.
Diatas areal seluas lima hektar ini, tambahnya dapat dimanfaatkan dengan memelihara bebek, ayam dan tanaman buah-buahan boleh ditanam Jeruk, Alpokat, Nanas dan Tumpang sari’e, jagung. “Ini semua untuk menghilangkan kejenuhan,”tuturnya.
Kenapa baik bertanam, sambungnya, karena bertanam seperti Jeruk, Alpukat dan yang lainnya karena tanah yang subur namun kalau Alpokat dan Jeruk jarang dapat tumbuh subir, maka hal ini akan memjadi tantangan tersendiri.
Saat disinggung mengenai banyak kritikan, Molen jelaskan itu biasa bagi seorang pemimpin dan Ia bisa karena sudah lama diluar dan mendapat pengetahuan dan pengalaman. “Kalau nggak ada kritikan atau saran nggak enak pula, karena saya nggak tahu kesalahan dan kekurangan saya,”ujar Molen.
Selain berkebun, sambungnya, juga punya niat budidaya kepiting remanggok, karena kepting ini sudah agak susah, dengan adanya tambak nanti bisa melatih masyarakat, mungkin bisa membantu masyarakat sehingga masyarakat pun bisa ternak kepiting, tidak harus di budidaya sendiri. Kalau masalah bibit kata orang agak susah, kalau emang ada niat pasti ada jalan keluarnya.
“Intinya, aku pulang kesini ke masyarakat untuk bisa memberi contoh lah, karena masyarakat sini belum pernah bertanam jeruk, mereka biasanya tanam nanas, tanah disini bagus dan subur, sayang kalau nggak dicoba untuk tanaman lain,”tutup Molen. (MR/HRM)
