Pembangunan Jalan Terbengkalai, Bronjong Rubuh, BPD Sei Nadoras Surati Inspektorat

Pembangunan Jalan Terbengkalai, Bronjong Rubuh, BPD Sei Nadoras Surati Inspektorat
Bagikan

METRORAKYAT.COM, ASAHAN – Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Desa Sei Nadoras Kecamatan Bandar Pasir (BP) Mandoge, menyurati Insfektorat Asahan terkait tumbang/rubuhnya bronjong serta terbengkalainya pembangunan jalan di dusun I Sei Rambung Desa Sei Nadoras.

Dalam surat bernomor 03/BPD/SN/2020 yang ditandatangani Ketua BPD, Kusni Butar-Butar beserta anggota, disebutkan pembangunan jalan dusun I Sei Rambung terbengkalai disebabkan Pemerintah Desa belum ada membuat surat pelepasan hak atas tanah dan bangunan yang ditandatangani pemilik lahan. Sehingga pemilik lahan menghentikan pembangunan jalan tersebut.

Selanjutnya disurat yang bernomor 04/BPD/SN/2020 juga ditandatangani Ketua dan anggota BPD, disebutkan bahwa bangunan bronjong berbiaya Rp. 161 juta lebih berasal dari dana desa TA 2019, rusak fatal serta tumbang dugaan disebabkan kesalahan awal pembangunannya. 

” Diawal pelaksanaan pembangunan, kita sudah menyurati Kades agar memperbaiki ulang karena kondisi bangunan miring, retak dibagian atas. Namun, Kades tidak mengindahkannya, ” ujar Kusni kepada metrorakyat, Sabtu (9/5/2020) di kediamannya. 

Ia juga menyampaikan bahwa hal itu menjadi salah satu penyebab ia dan anggota tidak menandatangani LKPJ APBDes dan R-APBDes-2019. ” Siapa yang berani menandatangani yang jelas-jelas sudah menyalahi, bisa-bisa kami kepenjara, ” pungkas Kusni didampingi anggota BPD.

Sebelumnya, Kades Sei Nadoras Khaidir Sirait mengatakan bahwa terkait tumbangnya bronjong Inspektorat telah mengetahui dan sudah meninjau kelokasi dan memutuskan hal itu sebagai factor kesalahan alam, vukan kesalahan kontruksi.

” Inspektorat dan tenaga ahli dari USU sudah datang melihatnya dan memutuskan itu terjadi diakibatkan lost mayers (factor kesalahan alam), ” ujar Khaidir sembari membenarkan terbengkalainya pembangunan jalan akibat pemilik lahan menghentikan proses kegiatan yang masih tahap penyusunan batu padas. 

Sementara, Sekretaris Inspektorat Asahan, Ruslan SH, membantah apa yang dikatakan Kades Sei Nadoras bahwa pihaknya sudah memutuskan rubuhnya bronjong diakibatkan lost mayers dengan mendatangkan tenaga ahli dari USU. ” Belum ada diputuskan soal itu, ” kata Ruslan, seraya meminta awak media ini datang kembali untuk kejelasan persoalan tersebut.(MR/Nr)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.