Meski PK5 Sudah Bayar Uang Lapak, Namun Satpol PP Tetap Usir dan Sita Barang Para Pedagang, Bagaimana ini Pak Wali ?

Meski PK5 Sudah Bayar Uang Lapak, Namun Satpol PP Tetap Usir  dan Sita Barang Para Pedagang, Bagaimana ini Pak Wali ?
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LANGSA – Kekecewaan dan kemarahan para pedagang Kaki lima ( PKL) di sertai bentrokan kembali terjadi antara Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) Kota Langsa bersama PKL Pasar Langsa, bahkan oknum Satpol PP diduga memukul salah seorang PKL sampai muka memar.

Sejumlah PKL kepada Metrorakyat.com, Rabu, (13/5/20) mengatakan, kemarahan mereka terhadap Satpol PP bukan tidak beralasan, karena sebelumnya para PKL sudah memohon kepada Satpol PP selama sebulan di bulan Ramadhan (Puasa) jangan di gusur. “Biar kami berjualan mencari uang untuk keperluan makan sehari – hari dan kalau ada lebih bisa membeli baju lebaran untuk anak – anak melihat selama ini untuk mencari uang sangat sulit selama Corona (Covivd 19) daya beli sangat rendah bahka kerap kali kami merugi, “ungkap sejumlah PKL. Rabu (23/5/2020).

Sejumlah PKL menjelaskan lagi, atas permohonan tersebut Satpol PP mengabulkan permintaan para Pedagang Kaki Lima ( PKL ) selama bulan Ramadhan tidak akan menggusur dengan syarat harus membayar perlapak Rp.100.000 ribu.

“Kami sejumlah PKL setuju membayar yang di minta Satpol PP yang penting kami berjualan aman tidak digusur barang tidak di ambil,”kata Sejumlah PKL.

Mereka menambahkan, yang mengutib uang seratus Rp.100.000. ribu perlapak seorang anggota Satpol PP atas nama Reza, petugas yang berjaga di Pos Pasar Langsa, namun yang membuat para PKL marah, kecewa dan melakukan perlawanan terhadap Satpol PP, bahkan diduga terjadi pemukulan terhadap PKL oleh anggota Satpol PP, menyebabkan muka memar.

“Mereka (Satpol PP) sudah minta uang sama kami tetapi tetap melakukan penggusuran dan barang disita bagai mana ini pak, Wali ?, Kami orang kecil butuh makan dan membeli baju lebaran untuk anak – anak kami, “ujar sejumlah PKL sambil menangis kepada media yang barang dagangannya di angkut oleh mobil Satpol PP.

Ditempat yang sama di Pasar Langsa saat penggusuran Metrorakyat.com, mengkonfirmasi Reza anggota Satpol PP yang bertugas dipos Pasar Langsa membenarkan dirinya sudah mengutib uang Rp.100.000 ribu dari sejumlah PKL supaya tidak di gusur dan barang tidak disita, adapun juga tetap digusur dan barang disita dirinya tidak mengetahuinya. ” Yang penting uang kutipan tersebut sudah saya serahkan kekantor Satpol PP atas nama Dian jabatan Kasi Ops, ” ucap Reza anggota Satpol PP Kota Langsa.

Untuk konfirmasi lebih lanjut terkait pengutipan terhadap PKL numun tetap di gusur dan barang disita Metrorakyat.com, mendatangi Kantor Satpol PP Kota Langsa alamat jalan. A. Yani Langsa Kota tepatnya di depan Lapangan Merdeka Kota Langsa untuk bertemu Kabid Tantib atas nama Reza tidak berada di kantor, Metrorakyat.com, mencoba mengkonfirmasi melalui hanphone mengatakan, “saya belum masuk kantor masih ada urusan di luar menyangkut dengan hal tersebut dirinya mengarahkan untuk bertemu Murat dan Dian”,”ucapnya melalui hanphone kepada Metrorakyat.com.

Sampai berita ini diterbitkan Metrorakyat.com, belum berhasil bertemu dengan Murad dan Dian selaku Kasi Ops sesuai arahan Reza Kabid Tantib Satpol PP Kota Langsa. ( MR/DANTON )

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.