Diterjang Pasang Rob, Kota Belawan Tergenang Air Anak-Anak Ambil Momen Mandi
METRORAKYAT.COM, BELAWAN – Sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga di Kecamatan Medan Belawan, terendam banjir pasang rob, Sabtu (8/5/2020) siang.
Pantauan metrorakyat.com, wilayah yang terkena dampak banjir pasang rob tersebut hampir meliputi di enam Kelurahan Kecamatan Medan Belawan seperti Belawan Bahagia, Bahari, Belawan I dan 2, Kemudian Bagan Deli, Sicanang,
Selain Kecamatan Medan Belawan juga Kecamatan Medan Labuhan meliputi Kelurahan Nelayan indah dan Sei Mati.
Banjir pasang rob setinggi paha orang dewasa tersebut sangat mengganggu aktivitas warga khususnya warga Belawan sekitarnya.
Tampak, Selain aktivitas warga, puluhan rumah warga dan sejumlah mesin kendaraan roda dua dan tiga mati karena terendam air saat melintas ruas jalan tersebut.
Fenomena itu dimanfaatkan warga, terutama anak-anak Kecamatan Medan Belawan mengambil momen bagaikan mandi di kolam renang musiman.
Menurut warga sejak ada pembangunan Reklamasi PT Pelindo I di Terminal Peti Kemas (TPK) Tahap II Belawan banjir rob menerjang Kota Belawan dan sekitarnya, kepemukiman rumah warga.
“Ditambah penimbunan Reklamasi, penimbunan anak-anak sungai, untuk timbunan container, docking kapal, tambak tambak” kata Alfian warga Belawan.
Senada hal itu, menurut salah seorang warga setempat, Abdul Jalil.SH, mengatakan banjir rob menerjang ruas jalan Kota Belawan dan pemukiman warga itu terjadi dua kali dalam setahun.
“Banjir pasang rob terjadi dua kali dalam setahun, kadang itu pun tak menentu bisa labih dari dua kali dalam setahun puncaknya diperkira” katanya.
Menurut pantauan lain, di Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan, sejumlah benteng pinggiran rumah warga jebol, sehingga air pasang perdani (ROB) memasuki rumah warga dengan ketinggian mencapai hampir satu meter.
“Pihak PT Pelindo I dan Pemko Medan agar membuat benteng permanen di setiap bibir pinggir pantai yang rawan banjir,”ujar warga setempat.
Sepanjang pasang air laut (rob) terjadi, pasang rob tahun ini terparah, oleh karena itu di tengah-tengah suasana ramadhan dan Pandemi Covid-19 warga berharap supaya pemerintah membuat kebijakan mengatasi banjir rob tersebut agar dapat jalani ibadah puasa dengan khyusuk.(mr/aril)
