Diduga DD Lenyap, Kades Loloana Idanoi Dilaporkan

Keterangan: Foto tembusan laporan masyarakat saat di serahkan ke polres Nias (MR/Kris)
METRORAKYAT.COM, GUNUNGSITOLI – Diduga pelaksanaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 di Desa Loloanaa Idanoi, Kecamatan Idanoi, Kota Gunungsitoli di indikasikan rawan korupsi dan tidak Prosedur akhirnya puluhan warga laporkan ke Inspektorat Kota Gunungsitoli.
Pasalnya, penetapan penggunaan Dana Desa di duga tidak mengikuti proses perencanaan dan penganggaran Desa. Sebagaimana Dokumen perencanaan dan penganggaran pembangunan yang meliputi RPJMDesa, RKPDesa dan APBDesa yang disusun berdasarkan hasil pembahasan dan penyepakatan dalam musyawarah Desa, yang seharusnya melibatkan seluruh perangkat Desa dan elemen masyarakat secara transpransi, sehingga apa yang menjadi prioritas pada penggunaan Dana Desa tersebut tepat pada sasaran, hal itu di ungkapkan salah seorang warga Desa Loloanaa Idanoi Oktavianus Bate’e yang di temui dikediamannya, Kamis (14/05/20).
“Kita Warga masyarakat berperan serta dalam pengawasan penggunaan DD ini, mengingatkan Inspektorat pemko Gunungsitoli dan penegak hukum (Polres dan Kejaksaan Negeri Gunungsitoli) untuk melakukan audit pada penggunaan anggaran DD tahun 2019 di Desa Loloanaa idanoi,” paparnya.
Lebih lanjut, Oktavianus menyampaikan, ini kita lakukan sebagai warga masyarakat Desa Loloanaa Idanoi, mengingat selama ini Desa Loloanaa Idanoi di pimpin oleh Edieli Batee sebagai kepala Desa, perangkat desa dan masyarakat tidak di fungsikan dan di libatkan dalam pengganggaran pembangunan, sehingga wajar kalau kita sebagai masyarakat menduganya dan menyampaikan hal ini berupa laporan kepada inspektort dan kepada penegak hukum untuk melakukan audit pada Angaran DD tahun 2019 untuk lebih transparan dan akuntabel.
Tambahnya lagi, ada BPD dan Kadus yang SK pengangkatannya masih aktif, tidak menerima honor dan juga tidak di fungsikan, demikian perangkat lain yang di angkatnya juga merupakan sebatas lambang, sehingga kami warga masyarakat menilai bahwa penggunaan anggaran DD ini di duga jadi ajang untuk di korupsikan dan kurang tepat sasaraan sebab kepala Desa (Edieli Batee-Red) kami menilainya terlalu Serakah.
“Salah satu contoh, pembentukan BUMDes TAROROGO di Desa Loloanaa Idanoi bukan untuk kesejahteraan Direktris, Bendahara, dan Kepala Desa, melainkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Sementara kepala Desa Bersama sejumlah lainya menarik uang tabungan dari Rekening BUMDes tanpa ada sasaran penarikan uang tunai tersebut, itukan sudah menyalahgunakan,” Ungkap Oktav.
“Kami menduga uang tersebut di gunakan untuk kepentingan pribadi mereka dan meraup keuntungan, lalu apakah itu tujuan BUMDes di bentuk,” terangnya.
Masyarakat Desa Loloanaa Idanoi berharap agar pemerintah kota Gunungsitoli dan penegak hukum benar benar menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan warga (laporan warga masyarakat) tentang dugaan Penyalahgunaan DD tahun 2019 di Desa Loloanaa Idanoi, agar tidak muncul asumsi miring warga masyarakat kepada Pemerintahan Kota Gununungsitoli dan juga penegakan hukum di wilayah pemerintahan Kota Gununungsitoli. (MR/Tim-red)
