Akibat Covid-19, Tren Perekonomian Buruk, Jadikan Indikator Pasar Keuangan Befluktuasi

Akibat Covid-19, Tren Perekonomian Buruk, Jadikan Indikator Pasar Keuangan Befluktuasi
SHARE

METRORAKYAT.COM, PARAPAT – Akibat wabah pandemi Covid-19, tren perekonomian dunia termasuk Indonesia semakin memburuk, bahkan jadi indikator pasar keuangan berfluktuasi. Ini tentu karena masih diselimuti sentiment negatif, di pasar perdagangan yang menanti rilis data ekonomi khususnya neraca perdagangan nasional diperkirakan baik ekspor maupun impor akan mengalami penurunan.

Hal ini di sampaikan Benjamin Gunawan pakar ekonomi Analisis Keuangan, kepada metrorakyat.com lewat selulernya, Sabtu (16/5/2020).

Dimana kinerja ekspor impor yang buruk jadi gambaran masih buramnya prosfek ekonomi kedepan. Sentimen buruk lainnya juga datang dari luar negeri, di mana hubungan bilateral antara China dan AS kian memburuk. Ditambah lagi, tren jumlah kasus baru corona Covid-19 secara global masih belum menunjukan angka penurunan kesembuhan.

Sehingga membuat kondisi IHSG di akhir pekan ini bergerak secara volatilitas tinggi. Di mana IHSG pagi ini di buka menguat di level 4.523,52 namun bergerak naik turun dengan grafik pergerakan yang belum tentu arah.

“Pantauan di pasar keuangan masih bimbang dengan perkembangan ekonomi terkini. Semua indikator bisa saja menjadi pemicu adanya gejolak baru di pasar keuangan,” terang Benjamin Gunawan.

Namun, di sisi lain, kinerja mata uang Rupiah di pagi hari ini juga diperdagangkan menguat dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya. Sejauh ini Rupiah diperdagangkan dikisaran 14.875 per US Dolar.

“Masih menguat tipis namun dengan volatilitas kinerja yang sangat lebar. Dan bisa saja bergerak di dua zona,” tutur Benjamin. (MR/ JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif