Petani Gagal Panen, DPRD Samosir Desak Pemkab Bangun Irigasi
METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Dampak curah hujan saat sekarang kurang memenuhi lahan pertanian tanam gabah (padi), Komisi II DPRD Samosir saat terjun ke lapangan melihat kondisi padi petani yang gagal panen karena kemarau.
Musim kemarau pada bulan terakhir tentu sangat terasa sedih bagi sejumlah petani tadah hujan di Desa Palipi, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir.
Pasalnya, memasuki masa panen, para petani tampak kurang bersemangat karena hasil produksi tanam padi tidak produktif.
Komisi II DPRD Samosir yang membidangi pertanian melalui terjun ke Desa Palipi, Rabu (22/4/20) dengan melihat langsung kondisi tanaman padi para petani tersebut kurang produktif. Dari hasil monitoring DPRD dipimpin langsung ketua komisi II, Pardon Lumban Raja bersama anggota, didampingi Dinas Pertanian (Distan) melalui PPL ini, nampak padi menguning seperti siap untuk dipanen, namun kuningnya bukanlah karena jelang panen. Melainkan bulir-bulir padi tersebut sudah kering, kosong tanpa isi. Sehingga tanaman para petani kali ini gagal total.
Sementara, Wakil Ketua Komisi II, Polma Hasehaton Gurning menguraikan ada sekitar 20 hektar tanaman padi petani tadah hujan di Desa Palipi yang gagal panen di karenakan kemarau.
Dengan kondisi hasil produksi tanam kurang dan mengalami kerugian materi, Politisi Nasdem tersebut menanggapi serius dan mengakui prihatin terhadap musibah yang merugikan para petani itu. Untuk ini kita meminta kepada pemerintah untuk segera turun tangan dan segera membangun irigasi buat tanam padi
“Banyak tantangan petani, mulai dari minimnya ketersediaan irigasi air ke sawah hingga resiko banyak terkena serangan berbagai jenis hama yang mengancam gagal panen. Kalau tidak ada perhatian serius dari pemerintah bukan tidak mungkin jumlah mereka akan terus berkurang,” tegasnya.
Kehadiran pemerintah mulai dari memberikan pendampingan hingga sarana dan prasarana pertanian yang modern akan sangat membantu. Tidak hanya mengurangi resiko gagal panen akan tetapi lebih dari itu yaitu peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen.
Diterangkan Ketua Fraksi Nasdem itu, kendala para petani tadah hujan di Palipi ini karena tidak adanya jaringan irigasi maupun pompanisasi, sehingga kedepan, dirinya bersama Komisi II DPRD Samosir akan mendorong Pemkab Samosir agar segera dibangun.
“Pemkab Samosir agar membangun irigasi atau pompanisasi. Karena memang lokasi tersebut cocok untuk menjadi perswahan karena musim hujan tidak menentu,” ujarnya. Namun demikian para petani maunya ambil kebijakan, dengan tanam jagung atau bawang ketika curah hujan jarang.
“Mengingat musim yang tidak menentu, sementara irigasi tidak ada, di harapkan para petani tetap bertani dengan mengganti tanaman padi dengan tanaman jagung, bawang atau yang lain,” serunya. (MR/ JB Rumapea)
