DPRD Samosir Nilai Bupati Rapidin Kurang Paham ODP
METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Komisi I DPRD Samosir menilai bahwa Bupati Samosir Rapidin Simbolon kurang memahami istilah orang dalam pemantauan (ODP) terkait wabah virus pandemi Corona (Covid-19).
Dimana Bupati Samosir Rapidin Simbolon kurang koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit dr Hadrianus Sinaga selaku bawahanya.
Demikian disampaikan Ketua Komisi I DPRD Samosir Saur Tua Silalahi pada metrorakyat.com di kantornya, Jumat (10/4/20) Parbaba.
Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan, Bupati Samosir kurang memahami istilah-istilah tentang Covid-19 ini. Pada hal Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) memerlukan data akurat terkait wabah Civid-19 untuk dilaporkan ke pusat, tegas Saur.
“Saya kira kurang memahamilah, belum pernah mungkin koordinasi Dinas Kesehatan, Direktur RS Hadrinus Sinaga, pada hal sangat perlu agar pemberitaan tidak simpang siur dan tidak membingungkan masyarakat,” tuturnya.
Menurut Saur, data wabah virus corona (Covid-19) tidak bokeh berbeda Bupati dan Dinas Kesehatan serta Direktur Rumah Sakit terkait ODP. Bupati selaku Kepala Gugus Tugas Covid-19 harus benar-benar menyampaikan data ODP dan PDP di Kab Samosir.
“Sebenarnya secara medis yang disampaikan Jabiat Sagala benar, kalau secara medis memang itu istilah yang dibikin dari Dinas Kesehatan bahwasanya yang dipantau itu istilahnya dibikin ODP,” sebutnya.
Bupati Samosir Rapidin Simbolon agar menghentikan perdebatan istilah ODP serta jumlah orang ODP di Samosir, agar tidak membingungkan masyarakat.
“Hentikanlah pembahasan tentang ini (ODP dan jumahnya, red) karena perlu bagaimana kesiapan kita menangani penyakit ini,” tegas Saur Tua Silalahi. Sebelumnya juga sudah berbeda pendapat, ini berbeda lagi Kominfo bilang 7 ODP sementara Bupati bersama Direktur RS Hadrianus Sinaga dr Friska Situmorang mengatakan 26 orang ODP.
Dia lantas meminta Bupati Samosir melakukan rapat koordinasi dengan baik, dan mengungkapkan serta mempublikasikan dengan jujur kepada masyarakat berapa jumlah ODP dan pasien dalam pengawasan (PDP). Sebelumnya Sekda Samosir Jabiat Sagala Minggu, mengakui adanya ODP Covid-19 di Samosir.
Hal itu diperkuat Kepala Dinas Kesehatan dr Nimpan Karokaro yang mengatakan ada 5 orang ODP di Samosir.
Rapidin Simbolon tidak mengakui bahwa kelima orang tersebut bukan ODP tapi hanya pemantauan.
Rapidin menyebut kegiatan pengecekan para pendatang ke Samosir selalu dilaksanakan.
“Ini perlu d luruskan, kemarin kalau dikatakan 5 orang dalam pengawasan, pemantauan sebenarnya. Ke lima ODP, masih dalam pemantauan saja,” tuturnya.
Menurutnya, kelima orang itu datang ke RSUD dr Hadrianus Sinaga dengan keluhan panas dan batuk. Dokter yang memeriksa meminta pasien tersebut istirahat dan tidak beraktivitas di luar serta mengisolasikan diri.
“Bukan hanya dari Covid-19 saja, kita khawatirkan juga flu dan demam biasa juga kita khawatirkan jangan sampai berkembang menjadi penyakit serius, jadi di Samosir masuk dalam pemantauanlah dan bukan kategori ODP,” ringkasnya. (MR/ JB Rumapea).
