Akibat Covid-19, Ada 26 ODP di Samosir
METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Akibat wabah virus pandemi corona atau disebut dengan Covid-19, hingga berita ini di turunkan, ada 26 Orang Dalam Pengamanan (ODP). Kejadian ini hanya membutuhkan waktu 6 hari, ODP Virus Corona Desease atau Covid -19 di Samosir mengalami peningkatan drastis menjadi 26 orang.
Sebelumnya pada kongrensi pers di rumah dinas Bupati Samosir, Jumat (3/4/20) lalu, jumlah ODP Covid-19 hanya tinggal 4 orang.
Penambahan jumlah ODP jadi 26 orang ini disampaikan langsung oleh Ketua Gugus Tugas Covid-19 Rapidin Simbolon yang sekaligus Bupati Samosir. Hal tersebut disampaikan di sela-sela peletakkan batu pertama pembangunan rumah susun (rusun) medis RS. Hadrianus Sinaga, Pangururan, Rabu (8/4/20).
“Sementara informasi dari Direktur RS. Hadrianus Sinaga ada penambahan ODP menjadi 26 orang,” pungkas Rapidin Simbolon.
Menurut Rapidin Simbolon, penambahan tersebut karena ada seseorang yang positif dari luar daerah Samosir dan melakukan kontak langsung dengan warga di Samosir. “Mereka sudah kita isolasi selama 14 hari,” tambah Rapidin. Kondisi ODP saat ini dinilai bagus dan sehat serta melakukan isolasi mandiri dirumahnya.
Direktur RS.Hadrianus Sinaga dr.Friska Situmorang menyampaikan hal yang sama serta menjelaskan kondisi ODP yang baru ini dinilai bagus dan dalam keadaan sehat.
“Sampai saat ini mereka masih melakukan isolasi mandiri dirumahnya”, tegas dr.Fiska.
Menurut dia, bagi para ODP yang baru ini tidak dilakukan rapid test karena dari hasil laboratorium dan radiologi kesemuanya masih dalam kondisi sehat.
Kedepannya, pihak RS. Hadrianus Sinaga berencana bagi ODP yang tidak patuh akan disediakan tempat isolasi khusus yang disediakan dan dibiayai pemerintah.
Menyikapi penambahan drastis ini, Rapidin Simbolon menghimbau warga untuk selalu memakai masker ketika kemanapun diluar rumah masing-masing.
“Kita sarankan warga pakai masker, ini sebenarnya kan cuma lima ribu Rupiah, jadi kalau bisa beli masker sendiri dan mandiri melaksanakan pembelian masker,” pungkas Rapidin Simbolon.
Sebelumnya diberitakan, Pemkab Samosir mengumumkan penambahan satu kasus ODP (Orang Dalam Pemantauan) Covid-19 ditemukan di Pangururan, Jumat (4/4/20).
Pernyataan tersebut disampaikan Direktur RS. Hadrianus Sinaga dr. Friska Situmorang ketika melakukan press rilis di Rumah Dinas Bupati Samosir.
“Maaf saya terlambat, tadi menangani pasien ODP baru di rumah sakit, seorang laki-laki usia 43 tahun di Pangururan,” ujar Friska Situmorang.
Menurutnya pasien mengalami demam dan batuk setelah beberapa hari kepulangan anaknya mahasiswa dari Yogyakarta.
Untuk Penanganan Covid-19 Rusun sidah disiapkan untuk tenaga Medis RS.Hadrianus Sinaga resmi di bangun.
“Diduga anak adalah carier kepada bapaknya, dan kita sudah minta seluruh keluarga untuk dilakukan isolasi diri,” jelas Friska.
Pihak rumah sakit sebelumnya sudah melakukan pemeriksaan rapid test kepada orang ODP tersebut namun hasilnya ternyata samar-samar.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan test namun ternyata hasilnya, samar-samar dan tidak berbayang dan kami simpulkan negatif sehingga kami anggap ODP,” tambahnya.
Ditempat yang sama, Kadis Kesehatan Samosir dr. Nimpan Karokaro menyatakan sebelumnya ada 7 kasus ODP di Samosir.
Yang pertama ditemukan tanggal 16 Maret 2020 dengan satu ODP dan tanggal 19 Maret 2020 dengan 3 ODP dan tanggal 21 Maret 2020 ditemukan lagi satu ODP, tanggal 28 Maret 2020 bertambah satu serta tanggal 30 Maret 2020 ditemukan satu lagi ODP.
“Makanya perhari ini sudah keluar empat ODP dalam kondisi sehat setelah selesai masa 14 hari, dan sisanya 3 lagi dan kondisinya semakin sehat,” tegas Nimpan Karo-karo.
Dengan penambahan satu ODP perhari ini Jumat, 3 April 2020 maka ODP Covid-19 di Samosir saat ini menjadi 4 orang. (MR/JB Rumapea).

