NTP Sumut Februari 2020 Turun 1,74 Persen
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Berdasarkan catatan Badan Pusat Statustik (BPS) Sumut, Nilai Tukar Petani (NTP) yang merupakan perbandingan harga indeks diterima petani (lt) terhadap harga di bayar (lb).
NTP salah satu indikator untuk mengetahui tingkat kemampuan daya beli petani di pedesaan. Dimana problema NTP menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan harga barang dan jasa kondumsi serta biaya produksi, tukas Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi di Medan, Selasa (3/3/20).
“Februari 2020, NTP Sumut (2018=100) tercatat sebanyak 111,71 turun 1,74% dibanding Januari 2020 sebesar 113,69%”, sebut Syech.
Penurunan NTP terjadi pada Februari 2020 di sebabkan NTP Subsektor turun di Tanaman Pangan 0,13%, Tanaman Perkebunan Rakyat 3,29%, Peternakan 1,29%, dan Perikanan 1,71% dan untuk Holtikultura mengalami kenaikan 2,23%.
Sementara perubahan indeks konsumsi rumah tangga (IKRT) mencerminkan pada angka inflasi/deflasi pedesaan. Maka Februari 2020 terjadi inflasi pedesaan di Sumut sebesar 0,54%. Ini tentu di akibatkan naiknya IKRT pada 8 kelompok konsumsi. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Sumut pada Februari 2020 sebesar 112,53 turun 1,51% dibanding bulan sebelumnya. Ini lebih rendah dari BPPBM (0,21%), maka NTUP turun di sektor tanaman perkebunan rakyat 3,09%, peternakan 1,05%, perikanan 1,48% dan tanaman pangan mengalami kenaikan 0,17% dann holtikulra 2,41%, ujarnya. (MR/ JB Rumapea).
