Bahas COVID-19 di Sumut, Bupati Sergai Bersama Walkot se-Sumut Ikut Video Konferensi
METRORAKYAT.COM, SERGAI – Menghadapi bencana nasional yang melanda Indonesia, Bupati Serdang Bedagai bersama Walikota se-Sumut ikuti Video Konferensi dengan Gubernur Sumatera Utara untuk membahas perkembangan COVID-19 di Sumut, di Ruang Rapat Sekdakab Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Selasa (24/2/2020).
Turut hadir, Sekdakab Sergai HM.Faisal Hasrimy, AP, MAP, Asisten Pemerintahan Umum Hj.Nina Deliana Hutabarat, S.Sos, M.Si, Asisten Administrasi Umum Hj.Irwani Jamilah, SH, M.Si, Kepala Dinas Kominfo Drs.H.Akmal, AP, M.Si serta Kepala Dinas Kesehatan dr.Bulan Simanungkalit, M.Kes.
Dalam laporan Bupati Sergai Ir.H.Soekirman menyampaikan kepada Gubernur Sumut, bahwa Kondisi Kabupaten Sergai masih dalam keadaan aman dan kondusif. Sampai hari ini tercatat 80 warga Sergai berstatus ODP (Orang dalam Pemantauan) dan 1 orang dinyatakan sebagai PDP (Pasien dalam Pengawasan).
“Kami berharap jika ada pasien rujukan dari Sergai agar tidak ditolak. Dan kami juga meminta bantuan pinjaman mobil ambulans untuk membawa pasien menuju Rumah Sakit rujukan di Medan, karena ambulans yang tersedia di Kabupaten Sergai saat ini belum cukup memadai untuk menangani pasien Covid-19,” sebut Soekirman.
Dalam hal ini, Pemkab Sergai sudah melakukan beberapa usaha preventif dalam menghadapi bencana nasional Covid-19 diantaranya, melaksanakan penyemprotan disinfektan di kantor OPD kompleks kantor Bupati, menyesuaikan aktivitas kerja ASN dengan meniadakan apel dan finger print.
Lalu menghentikan sementara proses belajar-mengajar di sekolah untuk kemudian dialihkan ke rumah masing-masing siswa, jelas Bupati Sergai.
Selain itu lanjut Bupati Sergai, Pemkab akan melakukan tindakan penyemprotan disinfektan dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran.
Dan terus aktif melakukan sosialisasi lewat jejaring media massa dan media sosial yang dilakukan oleh Dinas Kominfo serta meminta para Camat dan apartur desa agar memanfaatkan fasilitas yang ada untuk melakukan sosialisasi untuk menghmbau kepada masyarakat perihal prosedur kesehatan yang mesti dilaksanakan dalam menghadapi bencana Covid-19.
“Mudah-mudahan melalui aksi ini kami harapkan penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir di Kabupaten Serdang Bedagai,” ungkap Soekirman.
Dalam pernyataan Gubsu Edy Rahmayadi, sampai pada hari ini terdata 763 warga Sumut yang berstatus ODP, dan berstatus PDP sebanyak 50 orang. Sedangkan warga yang dinyatakan positif Covid-19 tercatat sebanyak 2 orang dan 1 orang sudah meninggal dunia, dan 6 orang warga yang dinyatakan negatif sudah dipulangkan.
“Kondisi tersebut, masih banyak masyarakat kita yang belum patuh, belum mentaati imbauan dan arahan dari kita semua.
Hal ini membuat semakin besarnya jumlah individu yang tidak dapat kita pantau, sebab tidak dapat dipastikan apakah orang-orang ini termasuk ODP atau PDP,” jelas Gubsu.
Gubsu Edy Rahmayadi meminta agar seluruh pihak dapat berperan aktif untuk menenangkan masyarakat.
“Laksanakan tindakan yang paling bijaksana untuk memutus rantai Covid-19, berikan arahan kepada rakyat untuk tetap di rumah, giatkan social distancing sampai batas waktu yang belum ditentukan tergantung situasi yang berkembang,” tegasnya.
Ada sebanyak 5000 Alat Pengaman Diri (APD) sesegera mungkin akan didistribusikan ke tingkat daerah. Saat ini telah disiapkan sebanyak 500 ruangan untuk mengisolasi pasien yang diduga terjangkit Corona dengan 500 tambahan ruang cadangan.
Untuk masyarakat yang ingin melaksanakan salat jumat berjamaah, sesuai putusan MUI Provinsi Sumut dapat tetap dilaksanakan.
Namun kita selaku pemerintah daerah harus melihat situasi yang terjadi dan jika mengharuskan untuk dihentikan maka bisa kita hentikan, terang Gubsu Edy Rahmayadi.(MR/AZMI)
