Aktifis SMUR, Nilai Pemprov Aceh Keliru Soal Penutupan Tempat Keramaian
METRORAKYAT.COM, LHOKSEUMAWE – Salah satu aktivis mahasiswa, Dedi Ismatullah menanggapi soal kebijakan pemerintah Aceh yang memerintahkan ditutupnya tempat keramaian, Senin (23/03/2020)
Menurut nya, terkait dengan polemik wabah covid 19 di Aceh yang sekarang sudah sampai pada tahap penutupan pusat pusat keramaian di beberapa kota di Aceh saya rasa pemerintah Aceh disini sedikit keliru dalam menyikapinya.
“Sebagaimana yang kita tahu bahwasanya Aceh sampai saat ini masih belum ada kasus positif covid 19, hanya beberapa yang masih dalam ODP dan PDP, ” Kata Dedi pada awak Media (23/03)
Lanjutnya, bahwa Aceh sampai saat ini masih belum menjadi zona merah covid 19, namun pemerintah Aceh sudah melakukan penutupan terhadap pusat keramaian dan menyuruh Masyarakat agar menghindari untuk berkumpul dan segala macam lainnya.
Jelasnya lagi, Logikanya jika pusat keramaian ditutup dan masyarakat disuruh untuk tidak beraktivitas di luar atau untuk berkumpul di luar namun akses keluar masuk ke Aceh seperti, perbatasan, bandara dan terminal tidak di perketat.
“Maka sama saja hasilnya bahwa potensi penyebaran covid 19 tetap akan ada di Aceh yang akan di bawa oleh siapa saja yang masuk ke Aceh, “pungkas nya.
Ia menyarankan, agar Pemprov Aceh untuk memperketat akses keluar masuk ke Aceh, siapapun yang masuk ke Aceh harus di periksa.
” Belajarlah dari kesalahan italia yang tidak mau menutup akses keluar masuknya dan belajarlah dari Rusia yang memperketat perbatasannya lalu kemudian mereka tidak di kejutkan dengan angka positif covid 19,” sarannya.
Kalau memang aktivitas berkumpul di luar itu di tutup katanya, itu akan berimbas kepada jalannya perputaran ekonomi. Pedagang tidak bisa berjualan sebagaimana mestinya dan ekonomi pun ikut melemah.
“Sekarang apa kabar rakyat kecil yang harus berjualan kecil agar bisa menyambung hidup hari demi hari? Apakah pemerintah juga menyediakan logistik agar mereka bisa bertahan hidup di rumah? Nyatanya tidak, tanpa terjangkit wabah covid 19 pun mereka juga akan mati secara perlahan, “tandas Desi Ismatullah, Aktivis SMUR Lhokseumawe. (MR/AR)

