Sosperda No 6 Tahun 2015, Dame Duma Sari Hutagalung Menghimbau Masyarakat Kurangi Gunakan Kantongan Plastik, Warga Minta Disediakan Tong Sampah

Sosperda No 6 Tahun 2015, Dame Duma Sari Hutagalung Menghimbau Masyarakat Kurangi Gunakan Kantongan Plastik, Warga Minta Disediakan Tong Sampah
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Pelaksanaan Sosialisasi Perda No.6 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Persampahan oleh anggota DPRD Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, SE dari fraksi partai Gerindra di Jalan Komplek Pondok Surya Blok 2 Kelurahan Helveia Timur Kecamatan Medan Helvetia dihadiri oleh dua ratusan ibu-ibu yang tinggal di pinggiran sungai. Kehadiran ibu rumah tangga yang tinggal di pinggiran sungai ini sengaja diundang untuk memberitahukan tentang Perda pengelolaan persampahan sehingga warga yang tinggal di pinggiran sungai dapat menjaga kebersihan sunagi dan tidak membuang sampah di sekitar sungai. Senin (17/2/2020) dimulai pukul 16.00 s/d selesai.

Dame Duma Sari juga mengundang nara sumber, Jaya Arjuna pengamat lingkungan yang sudah anyak berkecimpung memberikan solusi tentang masalah-masalah lingkungan termasuk juga persampahan yang saat ini menjadi permasalahan ditengah-tengah masyarakat.

Nara Sumber dari pengamat lingkungan, Jaya Arjuna saat menunjukkan tas yang dapat digunakan sebagai tempat barang belanjaan(metrorakyat.com)

” Sampah, jika dikelola dengan baik maka bisa menjadi pemasukan, namun jika tidak dapat dikelola dengan baik maka akan menjadi malapetaka bagi kita. Ada jenis-jenis sampah dalam rumag tangga yang dapat didaur ulang kembali dan bisa menjadi pemasukan, seperti botol bekas air mineral dan sejenisnya. Namun sebaiknya kita semua harus kembali memiliki kesadaran tinggi bagaimana menjaga lingkungan dari sampah, karena percuma Sosialisasi Perda tentang sampah ini dilaksanakan, sementara dari dalam diri kita sendiri belum sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan dan sampah,” himbau Jaya Arjuna.

Jaya Arjuna juga memperagakan 3 jenis kantongan yang dapat dibawa-bawa ketika berbelanja kemanasaja pengganti bungkusan plastik yang biasa ditawarkan di swalayan, supermarket dan pasar.
“Kalau ibu-ibu jaman dulu kepasar selalu membawa keranjang, sehingga tidak banyak kantongan plastik dibawa kerumah yang akhirnya menjadi sampah, sebab, sampah dari bahan plastik tidak dapat terurai cepat didalam tanah, memakan waktu sampai ratusan tahun, inilah yang dapat menjadi penyebab terjadinya kerusakan tanah, banjir dan lain sebagainya,” tambah Arjuna.

Sementara itu yang mewakili dari kelurahan Helvetia Timur, Y.H Siagian SE pada pemaparannya dihadapan warga mengatakan agar warga dapat bekerjasama dengan pemerintahn Kota Medan dalam mengatasi permasalahan sampah, sebab tidak ada yang dapat menjamin sampah tidak dibuang sembarangan jika tidak dari dalam diri sendiri. ” Pemko Medan sudah mengeluarkan anggaran untuk membuat tempat pembuangan sampah baik itu yang terbuat dari plastik, fiber maupun rotan, namun kesadaran kita untuk menjaga tempat sampah itu sangat minim, sehingga tidak bertahan lama, tempat sampah itupun sudah hilang dan raib entah kemana,” terang Siagian.

Hal inilah yang menyebabkan pemerintah kota Medan harus memikirkan, bagaimana solusi agar sampah tetap dapat dikumpulkan, sehingga dikeluarkanlah kebijakan agar sampah-sampah rumah tangga dikumpulkan saja di pinggir jalan utama, sehingga pihak dinas Pertamanan dan Kebersihan akan mengumpulkan sampah-sampah tersebut.

Dame Duma Sari Hutagalung yang mendengarkan aspirasi warga di Dapil 1 tersebut juga menghimbau kepada para ibu-ibu agar mengurangi penggunaan plastik sebagai bungkusan belanja. Sebab, sampah plastik ternyata salah satu yang paling berbahaya bagi lingkungan, karena tidak bisa terurai ketika tertimbun puluhan tahun di dalam tanah.
Dicontohkan Politisi dari partai Gerindra Medan ini, seperti di kota Bali, dimana, setiap orang yang berbelanja di manapun tidak lagi disediakan kantongan plastik, sehingga para pembeli harus menyediakan kantongan sendiri agar bisa membawa barang belanjaannya. Begitu juga di kota Padang, dimana saat ini sudah sangat bersih dari sampah.

” Kami dari DPRD Medan sudah melakukan studi banding ke Bali dan ke kota Padang, disana, sangat baik sekali pengelolaan sampahnya. Sementara Kota Medan yang merupakan salah satu kota terbesar di Kota Medan sampai saat ini masalah sampah nya masih sangat memprihatinkan. marilah kita sama-sama menjaga kota Medan ini agar terlihat bersih dan bebas sampah,” ujar Duma.

Disebutkan Duma lagi, dalam perda tersebut juga diatur tentang hak dan kewajiban,dimana setiap orang berhak mendapat pelayanan pengelolaan persampahan secara baik dan berkawasan lingkungan. Juga berhak mendapat perlindungan akibat dampak negatif dari kegiatan tempat pemprosesan akhir sampah. Sedangkan kewajiban yakni mengurangi sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan. Menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan.

“Perda No. 6 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Persampahan terdiri XVII Bab, 37 Pasal dan itu bertujuan menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat serta menjadikan sampah sebagai sumber daya. Tujuan kita mensosialisasi perda pengelolaaan sampah ini untuk menggugah kesadaran masyarakat hidup bersih,”terang anggota legislatif dari dapil 1 yang meliputi Kecamatan Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Baru dan Medan Petisah ini.

Anggota DPRD Medan dari fraksi Gerindra Medan ini menjelaskan lagi, bahwa yang dimaksud dengan Sampah adalah sampah rumah tangga dan sejenisnya yang berasal kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus dan fasilitas umum.

Dijelaskan lagi, dalam perda tersebut juga diatur tentang hak dan kewajiban,dimana setiap orang berhak mendapat pelayanan pengelolaan persampahan secara baik dan berkawasan lingkungan. Juga berhak mendapat perlindungan akibat dampak negatif dari kegiatan tempat pemprosesan akhir sampah. Sedangkan kewajiban yakni mengurangi sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan. Menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan.

“Selain itu, Perda mengatur tentang larangan dan ketentuan pidana. Seperti pasal 32 mengatur larangan yakni setiap orang atau badan dilarang membuang sampah sembarangan, menyelenggarakan pengelolaan sampah tanpa seizin walikota dan menimbun sampah atau pendauran ulang sampah yg berakibat kerusakan lingkungan. Bahkan pada pasal 35 diatur soal ketentuan pidana yakni setiap orang yg melanggar ketentuan dipidana kurungan 3 bulan atau denda Rp. 10 jt. Dan bagi suatu badan yang melanggar ketentuan dipidana kurungan 6 bulan atau denda Rp. 50 jt,” tutup Dame Duma Sari Hutagalung. 

Sementara itu perwakilan dari dinas Pertamanan dan Kebersihan yang diwakili oleh M Yamin Daulay menghimbau warga agar membuang sampah ditempat yang sudah disediakan, dan meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan masing-masing.

” Indonesia menjadi salah satu negara yang paling terbanyak sampahnya di Dunia, sehingga ini bisa membahayakan negara kita sendiri, sehingga pemerintah terus gencar-gencarnya mensosialisasikan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi pemakaian bungkusan plastik,” ujar Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan ini.

Ditambahkan lagi, sampai saat ini diseluruh Indonesia penanganan sampah masih memakai sistem, KUMPUL, ANGKUT, BUANG, sehingga diakui masih tertinggal dengan negara maju lainnya dalam hal pengelolaan sampah. 

” Cara yang paling cepat adalah dengan memberikan kesadaran tentang bahaya dampak dari sampah kepada warga masyarakat sehingga sama-sama menjaga kebersihan lingkungan dari sampah-sampah, tidak membuang sampah ke sungai dan parit serta saling mengingatkan satu dengan yang lain agar tidak membuang sampah sembarangan,” terangnya.

Sementara menanggapi permintaan perwakilan warga kelurahan Helvetia untuk penyediaan tong sampah disetiap Gang, Duma mengatakan setiap tahun DPRD Medan selalu mengusulkan anggaran untuk pengadaan tong sampah disetiap kelurahan dan kecamatan, namun diaukinya kesadaran warga yang tidak mau menjaga asset milik pemko Medan ini membuat sebagian tong sampah hilang dan pemko akhirnya tidak lagi menyediakan tong sampah ditempat-tempat umum yang rawan maling.

” Saat ini pemko Medan tetap menyediakan tong sampah kepada masyarakat, namun diberikan kepada lokasi yag benar-benar aman tong sampah dapat berguna dan berfungsi dan tidak hilang ataupun rusak,” pungkas Duma.(mr/sinaga)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.