Bupati Tapteng Salurkan Tali Asih Secara Pribadi dan serahkan 3.000 Paket Bantuan Sembako Dari Dinsos Tapteng
METRORAKYAT.COM, TAPTENG – Paska bencana alam yang melandan Kabupaten Tapanuli Tengah menyisakan rasa trauma yang mendalam di raut wajah para Korban banjir Bandang yang terjadi secara tiba-tiba di beberapa titik di pantai Barat Sumatera Utara.
Sontak, musibah ini menjadi kejadian yang merenggut korban jiwa sebayak 9 orang. Kini tampak tersisah terjangan air rob yang melululantakan pemukiman dan fasilitas umum serta menyisakan puing-puing material yang tidak sedikit.
Atas kejadian ini Bupati Tapanuli Tengah Bahktiar Ahmad Sibarani memang anak pribumi Kecamatan Barus, Bupati Tapteng terus memberikan pelayanan yang prima terhadap korban yang terdampak dan mengerahkan kekuatan penuh dalam membantu korban atas musibah yang terjadi di kampung halamannya.
Dalam hal musibah yang terjadi, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani memberikan bantuan pribadi dan keluarga sebesar Rp. 200 juta untuk korban banjir dan tanah Longsor di 3 kecamatan, yaitu Barus, Andam Dewi dan Pasaribu Tobing
Bantuan pribadi Bupati Tapanuli Tengah dan keluarga diserahkan oleh Wakil Bupati Tapanuli Tengah Darwin Sitompul dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Rahmansyah Sibarani, SH secara simbolis kepada warga terdampak bencana alam di Pos Komando (Posko) Penanganan Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor Tapteng di depan SMP Negeri 1 Barus Kelurahan Padang Masiang Kecamatan Barus, Jumat (31/01/2020).
“Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani memberikan bantuan pribadi dan keluarga sebesar 200 juta rupiah dan bantuan sembako dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 3.000 paket untuk korban yang terdampak di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Barus, Andam Dewi, dan Pasaribu Tobing,” kata Wakil Bupati Tapanuli Tengah Darwin Sitompul menyampaikan amanat Bupati.
Darwin wakil Bupati menambahkan, bahwa Bupati Tapanuli Tengah Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani juga sedang menggalang bantuan dari putera daerah yang ada di Jakarta dan Medan, serta daerah lainnya untuk dapat disalurkan kepada warga yang terdampak bencana alam untuk bersama-sama membantu mengurangi beban penderitaan mereka.
“Kita juga telah melakukan penanganan di sekolah-sekolah, tempat Ibadah, dan lainnya, gotong royong membersihkan pasca banjir dan longsor. Kita berupaya mengurangi beban warga atas musibah ini sehingga warga yang terkena musibah dapat terbantu,” tuturnya.
Lanjutnya lagi, Kita telah melakukan pendataan rumah yang rusak, sekolah yang rusak, dan berbagai fasilitas lainnya. Kita juga mendata apa yang dibutuhkan di sekolah yang terkena banjir, rumah yang hancur akan kita bangun melalui pendanaan APBD dan APBN. TNI dan POLRI juga telah membantu kita melakukan bersih-bersih di sekolah-sekolah yang terdampak bencana banjir. Mudah-mudahan aktifitas sekolah Senin ini dapat berjalan dengan baik,” jelas Wakil Bupati Tapanuli Tengah Darwin Sitompul.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tapteng Parulian Sojuangon Panggabean, SE, M.Si mengatakan atas instruksi Bupati Tapanuli Tengah, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah telah menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir mulai hari pertama bencana alam itu terjadi. Setelah penyerahan bantuan pribadi Bupati Tapanuli Tengah Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani dan keluarga sebesar Rp. 200 juta secara simbolis, langsung ditindaklanjuti untuk disalurkan bersama dengan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah kepada warga yang terdampak bencana banjir dan longsor di 3 kecamatan di Tapteng.
“Untuk menangani penyaluran bantuan tersebut kita mengerahkan sebanyak 60 orang dari Staf Dinas Sosial, Pendamping PKH 65 orang, dan personil Tagana 20 orang dibantu oleh perangkat kecamatan dan desa/kelurahan serta tim terpadu,” kata Kadis Sosial Tapteng Parulian Sojuangon Panggabean, SE, M.Si.
Hingga saat ini, bantuan dari berbagai instansi, organisasi, perusahaan, komunitas, dan pihak lainnya untuk korban bencana alam banjir dan longsor terus berdatangan (MR/RM)
