Saat Lakukan Penggusuran, Ratusan Pedagang Hadang Petugas

Saat Lakukan Penggusuran, Ratusan Pedagang Hadang Petugas
Bagikan

METRORAKYAT.COM, ACEH UTARA – Puluhan anggota Polisi dari Polres Lhokseumawe yang dibantu oleh petugas Satpol-PP Aceh Utara dihadang oleh ratusan pedagang Pasar Inpres Geudong, Kecamatan Samudera saat melakukan penggusuran di pasar itu. Selasa (7/1/2020).

Selain menghadang petugas, ratusan pedagang bersama mahasiswa dari Universitas Malikussaleh Lhokseumawe (Unimal) juga melakukan penghadangan terhadap eskavator yang akan digunakan untuk meruntuhkan bangunan.

Kekisruhan itu terjadi karena pedagang sangat kecewa dengan Perusahaan Daerah Bina Usaha (PDBU) Aceh Utara karena meminta kepada mereka untuk mengosongkan kios/toko yang selama ini mereka tempati untuk berjualan.

Setelah melakukan dialog dan negosiasi, akhirnya kekisruhan antara aparat kepolisian, satpol PP dengan ratusan pedagang akhirnya dapat diredam serta menunda penggusuran hingga waktu yang tidak ditentukan.

Para pedagang menuntut janji sertifikat hak guna bangunan yang dijanjikan oleh PDBU serta memberikan kompensasi kepada pedagang sebelum toko dan kios di Pasar Inpres Geudong di gusur dan tidak boleh melakukan penggusuran sebelum ada keputusan inkrah.

Seperti diketahui, PDBU Aceh Utara akan merevitalisasi Pasar Inpres Geudong karena lokasinya sudah tidak representatif serta mengakibatkan kemacetan lalulintas karena sangat berdekatan dengan jalan lintas Medan – Banda Aceh.

Sementara itu, Dirut PD Bina Usaha Aceh Utara, T. Asmoni Alwy, kepada METRORAKYAT.COM Selasa (7/1) mengatakan, PD Bina Usaha tidak perlu menunggu keputusan inkrah dari pengadilan untuk menggusur Pasar Inpres Geudong karena tanah itu milik Pemkab Aceh Utara.

“Kita meminta kepada pedagang yang sebelumnya berjualan di Pasar Inpres itu untuk segera menempati tempat yang telah disediakan,” tegas Asmoni.

Ia menambahkan, program revitalisasi Pasar Inpres Geudong semata-mata untuk membangun komplek pasar yang bersih dan asri, karena selama ini kondisi pasar itu sangat semerawut dan menggangu kelancaran lalulintas.

“Kita tidak ingin berhadap-hadapan dengan pedagang karena mereka saudara kita juga dan jauh hari sudah kita siapkan tempat kepada para pedagang untuk berjualan seperti biasa, karena pasar lama akan akan dibangun baru,” sebut Dirut PDBU T. Asmony Alwy. (MR/Halim)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.