Bunga Bangkai Mekar Kembali di Tapanuli Tengah
METRORAKYAT.COM, TAPTENG – Tumbuhan yang satu ini Bunga Bangkai, bunga bernama Latin Amorphophalus Titanium tumbuh lagi di Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.
Pertumbuhan di bunga bangkai di Kabupaten Tapanuli Tengah bagaikan tak ada punahnya, walau selalu di bantai warga yang tidak paham bahwa bunga bangkai tersebut sebenarnya bunga yang lindungi oleh Undang- undang.
Bungan ini tumbuh mekar kembali di Desa Rampa, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara (Sumut).
Bungan yang tak sembarangan tumbuh di berbagai tempat ini dan termasuk kategori bunga dilindungi sesuai Undang-undang nomor 5 tahun 1990 ditemukan mekar dengan indah tebing gunung Rampa lahan milik warga.
Temuan bungan langka ini atas info dari warga. Ekspedisi yang digelar Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab) di perbukitan jalan lintas Rampa-Poriaha, Sabtu (11/01/20).
“Ekspedisi ini memang sengaja digelar Komunitas kita sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup, dan kita beruntung menemukan satu bunga yang sedang mekar sempurna,” kata Kordinator Lapangan Ekspedisi, Liman Tanjung.
Menurut Liman, Bunga Bangkai yang ditemukan berada di perbukitan yang selama ini memang dikabarkan menjadi ekosistem yang subur bagi bunga bangkai di kawasan itu.
“Tumbuh di lereng perbukitan yang subur namun berbatu-batu, di tengah semak belukar,” ungkap Liman.
Liman berharap, dengan ditemukannya Bunga Bangkai tersebut, menjadi indikasi kuat kondisi perbukitan tersebut masih subur sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya bunga langka itu.
“Selama ini kan sering dirusak, diangkat dan dipindahkan ke tepi jalan, semoga kedepan tidak terjadi lagi pengrusakan,” kata Liman.
Sementara itu, Sekretaris Komantab, Prima Pohan menyebut, Ekspedisi-ekspedisi alam akan terus dilakukan komunitas tersebut. Terutama ekspedisi kali ini, pihaknya akan menindaklanjuti, dengan menjalin kordinasi dengan lintas pihak.
“Terutama dengan pemilik lahan dimana bunga Bangkai tumbuh dan mekar, termasuk dengan pemerintah setempat, agar ada upaya-upaya lebih jauh untuk menjaganya,” kata Prima Pohan.(MR/RM)

