Ekspor – Import Sumut Turun
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Ekport wilayah Sumatera Utara (Sumut) melalui pelabuhan Agustus 2018 mengalami penurunan jika di banding Juli 2018 dari 773,44 juta dollar AS menjadi 758,76 atau turun 1.99%. Pada Agustus 2017 ekspor Sumut turun 15.30%. Demikian disampaikan Kepala Bidang Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Bismar SP Sitinjak di kantor Jln Asrama Medan Senin (1/10/18).
Katanya, penurunan terbesar nilai ekspor Agustus 2018 terhadap Juli 2018 betada di golongan karet dan barang sebesar 13.94 juta dollar AS (12.7%), golongan kayu, barang dari kayu 4.42 dolla AS (-17,39%), tembakau 4.29 dollar AS (15.83%). “Ekspor Tiongkok Agustus 2018 terbesar 97.98 dollar AS, diikuti Amerika Serikat kontribusi ketiganya mencapai 32.24%”. Untuk ekspor kawasan Asia (di luar ASEAN) Agustus 2018 merupakan terbesar dengan nilai 257.06 juta dollar AS (33.88%).
Sementara ekspor Januari Agustus 2018 periode yang sama tahun sebelumnya, lemak dan minyak hewan/nabati, komoditi karet dan barang dari karet, buah – buahan, temabakau dan bahan kimia organik, mengalami penurunan yaitu 227,96 juta dollar AS (-9.02%), 222,35 juta dollar (-21,45%), 46.26 juta dollar AS (-25,45%) 17.25 juta dollar AS (-8,41%) dan 14.49 juta dollar AS (-4,81%). Selama Agustus 2018, sebagian besar Kamboja 53.16 juta dollar AS (-93,50%) diikuti Mesir 17.74 juta dolar AS (-43.11%) dan Amerika Serikat 17.62 juta dollar AA (16.76%). Untuk impor Sumut Agustus 2018 CIF (cost insurance dan freight) 519.20 juta dollar AS turun 10.13% di banding Juli 2018 mencapai 577.74 juta dollar AS.
Nilai impor Agustus 2018 Juli 2018, barang, barang modal naik 11.33%, bahan baku penolong turun 9.93%, barang konsumsi turun 29.97%.
Untuk golongan barang menurun nilai impor gandum-ganduman 21.43 juta dollar AS (-61,67%). Golongan barang naik nilai impor yaitu mesin/peralatan listrik 22.25 juta dollar (87,65%).
Tiongkok nilai impor 111.12 juta dollar AS perananya 21.40% total impor Sumut, diikuti Singapura 63.10 juta dollar AS (13.14%) Malaysia 45.61 juta dollar AS (8.76%) sebut Bismar. (MR/JB Rumapea)
