Seorang Warga Nyaris Jadi Korban Begal di Tembung

Seorang Warga Nyaris Jadi Korban Begal di Tembung
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Aksi perampokan dengan cara begal yakni perampok menaiki kreta bersenjata tajam, kembali beraksi di daerah Tembung.

Buktinya, baru baru ini beberapa warga terpaksa kehilangan kreta karena dirampok paksa oleh para pelaku yang biasanya beraksi dengan jumlah lebih dari 1 orang. Tak hanya harta benda, bahkan tak sedikit korban mengalami luka bahkan ada yang sampai meninggal.

Terbaru menimpa, Suparno (53), warga Jalan Bejo, Gang Family, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan di kawasan tempat tinggalnya dan kawasan Pasar 4 Tembung itu, nyaris digorok pakai celurit oleh kawanan begal sewaktu melintas di Jalan Duku Raya (Benteng Hilir) , area pinggiran sungai, Laut Dendang, Percut Sei Tuan, Rabu (29/8) sekira jam 01.30 dini hari.

Kepada wartawan, korban bercerita bahwa aksi pembegalan yang dialaminya nyaris membuat nyawanya terancam. Pasalnya, dua orang pelaku dengan sengaja dan secara tiba-tiba menyerangnya dengan sebuah celurit dan sebilah klewang ataupun kayu ke arah leher dan kepalanya.

Dimana saat itu, pria yang merupakan seorang pemborong bangunan ini, melintas dari arah Jalan Perhubungan, Desa Laut Dendang menuju pulang ke rumahnya. Dari Jalan Perhubungan, ia mengarah ke Jalan Duku Raya, yakni sebelum jembatan sungai membelok ke kanan dan memasuki areal pinggiran sungai.

Di jalan beraspal itu, suasana yang diketahui cukup gelap dan sepi, korban melaju kreta honda Beat warna Putuh-Biru BK 5601 AGR miliknya seorang diri. Tanpa disadari dan karena memang jalan lintas itu selalu digunakan korban setiap beraktifitas mengerjakan pekerjaanya, korban tak menyangka ada dua orang pria mengendarai kreta jenis bebek mengikuti korban.

“Awalnya saya kira hanya pengendara biasa yang juga ingin lewat, jadi saya pun melaju nyantai supaya ada teman melintas bersama,” kata korban.

Rupanya, laju kreta pelaku kian mendekat. Lama kelamaan memepet kreta korban dan salah seorang pelaku yang berada diboncengan langsung mencabut paksa kunci kontak kreta korban saat sedang berjalan.

“Kreta saya langsung berhenti dan sempat jatuh menyandar kreta saya ke lajur kanan jalan,” sambung korban.

Tanpa banyak kata, pelaku yang Turun dari kretanya mengeluarkan senjata tajam jenis celurit dan membabat tepat ke arah wajah dan leher korban.

“Saya refleks mengelak saat dihantam parang bengkok jenis celurit. Lalu saya mencoba bertanya kenapa dan ada apa, karena saya fikir mereka polisi. Kemudian temannya satu lagi datang memegang sebuah benda mirip kayu atau golok lurus dan menghujamkan ke arah saya, saya juga bisa mengelak, tapi dia menendang dada saya dan menolak saya,” ungkapnya.

Saat itulah, terang korban lagi, dirinya terjatuh dan terlepas dari kretanya yang sebelumnya masih menyandar. Kejadian itu menurut korban sangat cepat, hingga tak seorang pun datang melintas. Namun, dikatakannya, ada 2 orang pengendara kreta yang masing-masing berboncengan tak jadi melintasi areal itu, setelah mendengar instruksi pelaku untuk kabur membawa kreta Honda Beat korban.

“Saya hampir masuk ke dalam parit curam aliran sungai. Mereka melarikan kreta saya, tapi pas kedua pelaku mau kabur, ada dua kreta dari arah saya datang mau mendekat. Tapi setelah 2 pelaku berhasil menguasai kreta saya, dua pria itu mengatakan, ‘Putar Arah’ dan kedua pengendara tadi pun tak jadi melintas,” bebernya.

Korban mencurigai, bahwa dua kreta berboncengan itu juga merupakan kawanan dari 2 orang begal yang menyerangnya. Diduga, kawan begal tersebut sudah mengincarnya dan sengaja menunggu korban di jembatan sungai Laut Dendang.

“Saya curiga kalau 4 orang pelaku yang menaiki 2 kreta itu adalah teman kedua pelaku yang menyerang saya juga. Sebab, mereka langsung balik arah setelah mendengar Putar Arah,” ujarnya.

Atas kejadian itu, korban harus kehilangan kreta miliknya dan mengalami sakit di bahagian dada kirinya. Namun atas kejadian itu, korban memperingati masyarakat sekitar agar lebih waspada jika melintas kawasan sepi dan gelap pada malam hari, khususnya di tempat-tempat rawan.

“Saya sendiri pun tak menyadari akan menjadi korban begal. Memang malam kejadian, saya pulang agak larut dan tak begitu menghiraukan adanya pelaku begal di Jalan Benteng Hilir. Sebab, kawasan itu biasanya selalu aman dan memang jalan lintas masyarakat Pasar 4 (sekitar). Kalaulah pelaku datang dari belakang sambil mengentengkan celuritnya dan saya ketahui, pastinya saya langsung serahkan kreta saya karrna nyawa saya hampir melayang malam itu,” ujarnya.

Terkait hal itu, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri, SH, SIK saat dikonfirmasi mengaku akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dan berharap dapat segera meringkus pelakunya. “Trimakasih infonya, akan segera kita tindaklanjuti biar piket opsnal cek TKP dan buat LHP,” tegas Kompol Faidil.(MR/Suriyanto)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.