Mei 2018 Sumut Deflasi

Mei 2018 Sumut Deflasi
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) Syech Suhaimi mengatakan dalam konferensi Pers bulanan di Kantor BPS Jln. Asrama Medan, bahwa hampir semua Kota di Sumut pada bulan Mei mengalami Deflasi.

Untuk kota yang mengalami deflasi seperti Medan sebesar 0,86%, Pematang Siantar 0,01% Sibolga 0,07% dan Padang Sidempuan 0,55%, sehingga Sumut mengalami deflasi sebesar 0,74%.

Menurut Syech Suhaimi terjadi deflasi di Sumut pada bulan Mei 2018 bertepatan menyambut puasa Ramadhan 1439 H dengan menunjukkan adanya keberhasilan pemerintah maupun hasil kerja Tim Satgas Pengendali (TSP) juga Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumut dalam pemenuhan kebutuhan pokok menjelang menjelang bulan puasa.

Sebut Suhaimi lagi, dia merasa optimis, pengaruh harga beras mengalami penurunan termasuk harga cabai juga turun. Hal ini karena komoditas tersebut dominan memberikan andil terhadap inflasi.

Sedangkan kelompok yang mengalami peningkatan indeks yaitu terjadi pada bahan makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau senilai 0,03%. Di sisi lain kelompok Air, Perumahan, listrik, bahan bakar dan gas sebesar 0,39%. Selanjutnya kelompok pendidikan, maupun rekreasi serta olahraga sebesar 0,01%.

“Untuk kelompok komoditas utama penyumbang deflasi terbesar selama Mei 2018 di Medan terjadi pada Cabai rawit, bawang merah, bawang putih, angkutan, cabai hijau, minyak goreng, dan cabai merah.

Sementara kepala bidang statistik distribusi BPS Sumut Bismark SP Sitinjak menambahkan terjadinya deflasi maka akan mempengaruhi laju inflasi komulatif di beberapa kota Propinsi Sumut seperti Sibolga 0,85 %, Padang Sidempuan 0,23%, Pemtang Siantar 0,65% dan Medan 0,51%.

Ungkap Bismar lagi, deflasi ini juga mengalami peningkatan laju inflasi year on year di tiap – tiap kota yang ada di Sumut seperti Sibolga 4,82%, Pematang Siantar 3,23%, Medan 3,59%, Padang Sidempuan 3,34% maka Sumut dengan year on year sebesar 3,59%.

Deflasi ini juga sudah diprediksi pada bulan April yang cenderung sudah mulai turun, sehingga mengalami peningkatan di samping itu merasa optimis karena masih ada pergerakan harga bahan pokok mengalami peningkatan saat menjelang Ramadhan cetusnya. (MR/JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.