Makam Nasional Raja Sorkam Minim Pejiarah

Makam Nasional Raja Sorkam Minim Pejiarah
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TAPTENG – Perjalan yang tak jauh dari Kota Sibolga menuju kearah Barus, persis di jalan protokol lintas Barat, Barus – Sibolga sekitas satu jam perjalanan tiba di kampung Sorkam Kanan, kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara (13/06/18).

Sejenak perjalanan terhenti, seakan niat ingin mengunjungi makam Raja-Raja  Sorkam, yang tak jauh dari Rumah Peninggalan Raja penguasa di jaman Sutan Amat yang biasa disebut Raja Badarah Puteh.

Makam Raja Badara Puteh ini adalah makan bersejarah yang ada di jalan Raden M Saleh, kecamatan Sorkam, yang sering di sebut makam Jirat Rondoh.

Risman Mulyadi juru pelihara (jupel) dari Badan Pelestarian Cagar Budaya Permuseuman (BPCBP) yang di percaya untuk menjaga situs bersejarah yang ada di Sorkam Kanan, ia mengartikan bahwa Jirat Rondoh artinya,” Makam Rendah”.

Bentuk makam yang tak rata, jadi corak tersendiri ditengah pemukiman masyarakat sorkam, luas makam kurang lebih dari satu hektar, bukan itu saja, gundukan di sekitaranya juga jadi penghias pada batu-batu tua, serta bercorak tulisan Abjat Arab kuno yang khas tulisan jaman dulukala.

Dari sudut jalan Sorkam Kanan, makam yang paling teratas adalah makam Sutan Amat atau Raja Badarah Puteh dan para keluarga yang mengelilingi makam raja tersebut.

Anehnya, tak sepeti makam bersejarah lainya, yang ramai dikunjungi para pejiarah, kalau makam Raja Badarah Puteh ini jarang di singgahi para pejiarah.

Heran bercapur tanda tanya,”ada apa, dengan situs makam sejarah ini, padahal makam Raja sorkam ini makam orang terkemuka di masa lampau, Raja dalam pemerintahan sorkam dahulu kala.

Risman menerangkan, tak jarang bisikan dan hal aneh dari makam yang persis di depan rumah Risman meminta agar makam di siram, dan meminta air, agar suasana makam tetap sejuk,” paparnya.

Dilain itu Risman juga menambahkan, adapun makam yang lain, itupun makan tokoh almarhum Zahiruddin Tanjung, ayah dari Akbar Tanjung tokoh nasional dari sorkam.

Kendati itu makam yang ada di sorkam ini telah di lindungi Badan Pelestarian Cakar Budaya permuseuman (BPCBP), di dalam Undang- undang nomor 5 Tahun 1992 tentang perlindungan Badan cakar budaya.

Risman menambahkan, makam ini tidak sesohor makam lainnya, seperti makam Mahligai dan Papan Tinggi yang ramai di kunjugi para pejiarah, tetapi kalau makam ini beda, berupa makam yang tak punya karomah, makanya makam ini masih utuh semua. “Belum ada yang hilang dari makam ini, kalu rusak ada itu pun gara-gara pohon yang ada di pagar bagian Timur roboh makanya ada kerusakan pada bagian cadasnya,”terangnya Risman.(MR/RM).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.