Terkait Tindakan Terorisme di Mako Brimod Depok, Ini Sikap Tegas Toga dan Muda-Mudi Tapteng

Terkait Tindakan Terorisme di Mako Brimod Depok, Ini Sikap Tegas Toga dan Muda-Mudi Tapteng
Bagikan

METRORAKYAT.COM | TAPTENG – Terkait terjadinya pemberontakan narapidana teroris di mako brimob, yang telah menewaskan beberapa anggota Polri hingga sempat merampas senjata dengan secara keras tersebut, yang terjadi pada 8 Mei 2018 kemarin, selain itu para narapidana dan tahanan teroris melakukan penyanderaan menggunakan persenjataan. Mereka mendapatkan persenjataan itu di lokasi, Kompleks Mako Brimob.

Dalam kejadian ini, tokoh agama dan pemuda KNPI gelar pernyataan sikap atas kejadian yang telah terjadi tersebut, Pada 10 Mei 2018 bertempat di Pantai Pandan Carita.

Ngadiman KS sebagai ketua MUI Kabupaten Tapanuli Tengah, mengambil pernyataan sikap dengan perbuatan yang dilakukan para narapidana dan tahanan teroris,  yang sudah memberontak kepada satuan Polisi Republik Indonesia (Polri) “Kami dari Majelis Ulama Indondonesia, BKAG dan Pemuda KNPI, mengutuk kejadian dimako brimob Polri yang terjadi di jakarta, janganlah islam dirusak dengan tindakan yang kotor, islam prinsipnya mengajarkan rahmatullahalamin, karena tindakan seseorang yang mengatakan islam, sehingga keagungan islam kemulian islam menjadi tercemar akibat pervuatan itu” Kata Ngadiman

Lanjut Ngadiman,  kami sangat mengapresiasi tindakan Polri,  walaupun ada anggota yang menjadi korban dalam kejadian ini,  dengan bertindak secara profesional dengan demi kesejahteraan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI), “Kami mengucapkan belasungkawa atas gugurnya para Polri,  yang tewas dalam mengamankan negara ini,  mudah mudahan Allah SWT tuhan yang mahakuasa, mencatatnya menjadi seorang suhada, dan mendapatkan tempat yang semulia mulianya, kami dari unsur tokoh tokoh agama dan pemuda KNPI, mendukung tindakan Polri dan TNI menjaga kesatuan NKRI ” Ungkap Ngadiman

Selain itu, Ketua KNPI Tapanuli Tengah Rahmansyah Sibarani, SH juga mengutarakan, dasar pernyataan ini kita merasa prihatin, dalam kejadian tindakan seseorang teroris ini, terlebih lebih dalam menjelang bulan suci Ramadhan, prinsipnya kita tidak ingin pada bulan suci Ramadhan ini terjadi yang tidak kita inginkan. “Kita menginginkan pada bulan suci Ramadhan berjalan dengan baik umat Islam menjalankan ibadahnya dengan nyaman,  makanya pernyataan sikap ini kami buat, rasa keprihatinan kami terhadap Polri dan TNI” ucap Rahmansyah.

Tambahnya, mereka tentunya satu prinsip, mengutuk segala bentuk teroris di bumi tercinta kita ini,  karena kita semua adalah bersaudara. “Jadi kami himbau, kepada seluruh lapisan pemuda pemudi yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah (TAPTENG) dan seluruh Indonesia agar jangan termakan doktrin yang menyalahgunakan dan sesat di NKRI ini,” tutupnya,(MR/MR).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.