May Day Di Tapteng, Buruh Sibolga Keluhkan Gajih Murah Para Buruh

May Day Di Tapteng, Buruh Sibolga Keluhkan Gajih Murah Para Buruh
Bagikan

METRORAKYAT.COM | TAPANULI TENGAH – Ratusan buruh di Tapanuli Tengah (Tapteng) yang tergabung dalam wadah serikat buruh Sibolga – Tapteng (SBSI) dan SBSI 1992, turut mengadakan konpoi longmarch bersama dari titik kumpul di jalan horas Sibolga, Sumatera Utara menuju pantai Kalangan Indah dengan mengendarai sepeda motor, Selasa (1/5/18).

Orasi yang digelar serikat buruh di sepanjang jalan ini menghimbau, agar para buruh melaporkan kejanggalan atas upah yang tak layak di perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan para buruh di perusahaan tersebut.

Longmarch para buruh menuju pentai Kalangan yang diperingati setiqp tanggal 01 bulan Mei ini berjalan kondusif, dengan rute-rute yang sudah di tentukan oleh pihak pengamanan Polres Tapteng.

Setibanya di titik yang dituju yaitu, pantai Kalangan yang dipimpin oleh Ketua SBSI Sibolga-Tapteng Binsar Tambunan dan Ketua SBSI 1992 Demak Tappubolon menyampaikan tuntutanya terkait kesejahteraan para buruh , menolak sistem upah murah, menolak sistem out sourching di Sibolga-Tapteng, juga meminta segenap perusahaan mendaftarkan seluruh buruhnya ke BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS kesehatan.

Bukan hanya itu saja, tuntutan para buruh dalam menolak pemberitaan bohong (HOAX) dan menolak money politic (politik uang).

“Suara buruh tidak di perjual-belikan, menolak segala bentuk ajakan yang bersifat sara, karena kami buruh Sibolga Tapteng cinta akan pilkada damai,” papar ketua SBSI Sibolga-Tapteng Binsar Tambunan yang mengajak masyarakat Sibolga-Tapteng agar mensukseskan pilkada serentak yang akan di gelar pada tahun 2018 dan 2019.

Berkaitan dengan hari buruh sedunia, Binsar juga mengatakan mengenai tuntutan yang diharapkan oleh para buruh, yaitu menyurati perusahaan yang menyalahi aturan.

“Kami akan menyurati perusahaan yang masih membandel atas gaji yang masih di bawah UMK, kami ketahui buruh Sibolga-Tapteng masih banyak mengeluhkan akan kenakalan pihak perusahaan terhadap kesejahteraan para buruh, dan jumlah gajih masih yang tidak sesuai, ada perusahaan membandel dan memberi gajih buruh hanya sebesar Rp700 ribu/ bulanya,” jelasnya saat berorasi.

Menurut hasil pantauan tim metrorakyat.com, aksi para buruh Sibolga-Tapteng tersebut berlangsung selama 5 jam, berjalan dengan lancar, kondusif dan damai. Dalam aksi MAY DAY buruh Sibolga-Tapteng,juga di kawal ketat oleh pihak Kepolisian Polres Tapteng yang langsung di pimpin oleh Kapolres AKBP Heri Setio Budi sebagai garda terdepan dalam pengawalan terhadap MAY DAY buruh Sibolga-Tapteng (MR/RM).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.