MUDA-MUDI NAPOSO BULUNG MARTURIA HKBP SIBULUAN NAULI GELAR JALAN SALIP UNTUK PERAYAAN PRA PASKA

MUDA-MUDI NAPOSO BULUNG MARTURIA HKBP SIBULUAN NAULI GELAR JALAN SALIP UNTUK PERAYAAN PRA PASKA
Bagikan

METRORAKYAT.com | TAPTENG – Jalan Paska Dolorosa, Perayaan Pra Paska Naposo Marturia, muda mudi gereja HKBP Sibuluan Nauli mengarungi jalan sibuluan Nauli, dari rute Lapangan Bola Huta barangan sampai berputar ke jalan baru kelurahan Sibuluan Raya dan memutar di tugu ikan Sibuluan, kembali lagi ke kelurahan Sibuluan Nauli, kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu malam jam 17.30 WIB, Sabtu, (31/03/18).

Acara naposo bulung bersama masyarakat Sibuluan Nauli antusias dan turut mengikuti acara yang di selenggarakan para muda mudi yang setiap tahunya di gelar di kampung Hutabarangan Sibuluan Nauli. Acara yang bertajuk penderitaan  yang di alami Tuhan Yesus untuk menghapus dosa umat manusia puluhan ribu abat yang lalu.

Jalan salip secara tertib dengan suasana yang sangat hening memberikan pancaran kesedihan atas bagaimana penyiksaan para Yahudi terhadap Yesus  kala itu.

33 Tahun Dia menyiapkan diri untuk berkorban bagi dunia. 3 Tahun Dia menyampaikan berita suka-cita,  30 Keping Perak Dia di hianati, 3 Kilo Meter Jaraknya Dia memikul Salib, 3 Jam lamanya Dia tergantung di Kayu Salip, 3 Paku di tancapkan di Kaki dan Tanganya, 3 Liter Darahnya tercurah bagi Kita umat Berdosa, 3 Hari Dia dalam Gua Kuburan untuk menggenapi Firman, 3 Kata yang Dia sampaikan kepada Kita Semua, ‘Aku Mengasihi Kamu’.

Pra paskah Naposo Bulung Sibuluan Nauli tidak luntur, biarpun suasana hujan menerpa, cahaya ratusan obor yang di siapkan oleh panitia adalah satu-satunya alat penerang bagi pra paska, untuk mengarungi jalan yang gelap, serasa ikut menanggung pahitnya penderitaan Jurus Selamat Manusia, Yesus yang siap menanggung para dosa umat manusia.

Tujuan dalam acara ini, untuk memberi gambaran terhadap kita umat manusia, bagaimana penderitaan Yesus akibat dosa dosa yang telah kita lakukan dan Dia menebusnya dengan kucuran darah, siksaan dan nyawaNya.

“Kutipan, Kristus telah membayar harga yang termahal yang dapat dilakukan dengan menyerahkan nyawanya sendiri di atas kayu salip menjadi tebusan bagi banyak jiwa. Dia telah merendahkan dirinya, Dia mengesampingkan segala hak dan kepentingan pribadi untuk memastikan kesejahteraan orang lain.

“Allah mengasihi Kita dengan karya agung-Nya, menyerahkan Anak-Nya dan kini Dia telah bangkit, kasih Yesus Kristus hidup untuk Kita semua.(MR/RM).

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.