Diduga Menyetubuhi Wanita Muda, Oknum Security Nyaris Dihakimi Massa
METRORAKYAT.COM | SORONG, PAPUABARAT – Diduga menyetubuhi wanita muda berinisial MS (19), oknum security Puskesmas Remu Kota Sorong berinisial RB nyaris dihakimi ratusan Massa yang mendatangi puskesmas remu. Kamis, (19/4/2018).
Berdasarkan pantauan Media ini, sekitar pukul 18.00 WIT warga Remu yang mendapatkan laporan dari ibu korban bahwa anaknya telah disetubuhi oleh RB langsung mendatangi Puskesmas Remu untuk menghakimi RB.
Beruntung saat itu RB sempat bersembunyi di dalam puskesmas. Mendapatkan informasi dari istri pelaku bahwa suaminya telah dikepung masa, Anggota Kepolisian Polres Sorong Kota langsung mendatangi Puskesmas Remu untuk mengamankan RB.
Proses mengamankan RB ternyata tidak berjalan mulus. pasalnya masa yang jumlahnya ratusan orang bersikeras ingin menghakimi pelaku. Bahkan saat hendak meninggalkan Puskesmas Remu untuk membawa Riki ke Mapolres Sorong Kota, mobil patroli yang dipakai untuk membawa terduga pelaku dilempari batu oleh massa. Anggota Kepolisian pun terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan massa yang saat itu mengerumuni mobil patroli.
Tidak sampai disitu, massa juga sempat mengikuti mobil patroli hingga ke Mapolres Sorong Kota. Massa yang saat itu semakin anarkis pun sempat bersikeras masuk ke dalam Mapolres Sorong Kota. Beruntung Sejumlah Polisi bersenjata lengkap berhasil memukul mundur massa yang bersinjata batu dan kayu.
Untuk meyakinkan masa, RB langsung dijebloskan kedalam sel untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan
Sementara itu berdasarkan keterangan yang diberikan oleh KA SPKT Polres Sorong Kota, Aiptu Rudolf Manurung bahwa, RB telah berkali-kali menyetubuhi hingga sebanyak 5 kali. Lanjut Manurung, berdasarkan keterangan MS bahwa setiap kali menyetubuhinya, RB selalu menyuruhnya untuk menurunkan celananya terlebih dahulu. ” Iya sebelum beraksi dia selalu suruh korban kasih turun celana. Habis itu baru dia kasih masuk kelaminnya ke kelamin korban,” jelas Manurung yang ditemui di Mapolres Sorong Kota.
Manurung juga mengatakan bahwa berdasarkan pengakuan korban, terakhir kali RB menyetubuhinya pada hari Selasa, 17 April 2018. ” Sebenarnya tadi dia mau perkosa korban lagi, tapi ibu korban sudah terlebih dahulu mendapati keduanya di salah satu ruangan puskesmas. Kalau tidak tadi itu yang ke 6 kali,” kata Manurung.
Lanjut Manurung, korban tidak pernah menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya karena pelaku selalu mengancamnya untuk tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapapun. “Jadi korban ini selalu diancam makanya dia takut. Ditambah lagi korban ini sedikit mengalami keterbelakangan mental makanya dia agak kebingunan dan kesulitan menjawab jika diberikan pertanyaan, “tukasnya.(MR/dimas).
