BPBD Kota Medan “Gunung Sinabung Berstatus Awas, Wisatawan Dilarang Mendekat”

BPBD Kota Medan “Gunung Sinabung Berstatus Awas, Wisatawan Dilarang Mendekat”
Bagikan
METRORAKYAT.COM | MEDAN – Sesuai data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD) kota Medan yang berada di komplek PIK Menteng, jalan Rahmad nomor 1, Medan Tenggara, kecamatan Medan Denai, kota Medan, Sumatera Utara saat ini gunung Sinabung yang ada di Tanah Karo sedang berstatus awas dilevel IV, Senin (19/2/18).
Masyarakat maupun pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor Tenggara-Timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor Utara-Timur Gunung Sinabung. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di gunung Sinabung di anjurkan agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar.

Kemudian, mengingat telah terbentuknya bendungan di hulu Sungai Laborus, maka penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol disebabkan tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

Selama terjadinya letusan, khususnya pada siang hari, cuaca tampak cerah berawan dan angin bertiup lemah ke arah Selatan dan Barat. Suhu udara mencapai 16-27 °C. Namun, pertama kali terjadi letusan pada pagi hari, erupsi gunung Sinabung menyebabkan cuaca menjadi tampak gelap sekitar pukul 10.00 WIB (menurut video yang sudah beredar di sosmed).

Pada kejadian ini, BPBD Kabupaten Tanah Karo juga segera melakukan sosialisasi ancaman bencana lahar/banjir bandang ini ke penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus.

Arah angin bertiup ke arah selatan dan barat, berhubung kota Medan berada di utara gunung Sinabung, bisa disimpulkan kemungkinan cuaca mendung dikota medan hanya disebabkan gejala mendung biasa saja. demikian.

Sementara itu, cuaca mendung gelap yang menyelimuti langit kota Medan pada sore ini bukanlah efek dari erupsi yang terjadi pada gunung Sinabung. Mendung gelap dikota Medan hanyalah gejala mendung biasa.
“Arah angin bertiup ke arah selatan dan barat, berhubung kota medan berada di utara gunung Sinabung, bisa disimpulkan kemungkinan cuaca mendung dikota Medan hanya disebabkan gejala mendung biasa saja, ” ucap Yustian seorang tim BPBD kota Medan yang selalu memberikan informasi terbaru melalui group di whatsapp setiap harinya mengenai perkembangan cuaca di Sumatera Utara. (MR/SITI)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.