Majelis Pembimbing, Pimpinan, Pamong dan Instruktur Satuan Karya Pramuka Dirgantara Lanud Soewondo Kwartir Cabang Kota Medan Masa Bakti 2014-2019 di Lantik

Majelis Pembimbing, Pimpinan, Pamong dan Instruktur Satuan Karya Pramuka Dirgantara Lanud Soewondo Kwartir Cabang Kota Medan Masa Bakti 2014-2019 di Lantik
Bagikan

METRORAKYAT.COM | MEDAN – Scouting yang di kenal di Indonesia dikenal dengan istilah Kepramukaan, dikembangkan oleh Lord Baden Powell sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan, beliau menerapkan scouting secara intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea selama 8 hari pada tahun 1907. Pengalaman keberhasilan Baden Powell sebelum dan sesudah perkemahan di Brownsea ditulis dalam buku yang berjudul “Scouting for Boy”.

Melalui buku “Scouting for Boy” itulah kepanduan berkembang termasuk di Indonesia. Pada kurun waktu tahun 1950-1960 organisasi kepanduan tumbuh semakin banyak jumlah dan ragamnya, bahkan diantaranya merupakan organisasi kepanduan yang berafiliasi pada partai politik, tentunya hal itu menyalahi prinsip dasar dan metode kepanduan.

Keberadaan kepanduan seperti ini dinilai tidak efektif dan tidak dapat mengimbangi perkembangan jaman serta kurang bermanfaat dalam mendukung pembangunan Bangsa dan pembangunan generasi muda yang melestarikan persatuan dan kesatuan Bangsa.

Memperhatikan keadaan yang demikian itu dan atas dorongan para tokoh kepanduan saat itu, serta bertolak dari ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960, Presiden Soekarno selaku mandataris MPRS pada tanggal 9 maret 1961 memberikan amanat kepada pimpinan Pandu di Istana Merdeka. Beliau merasa berkewajiban melaksanakan amanat MPRS, untuk lebih mengefektifkan organisasi kepanduan sebagai satu komponen bangsa yang potensial dalam pembangunan bangsa dan negara.

Oleh karena itu beliau menyatakan pembubaran organsiasi kepanduan di Indonesia dan meleburnya ke dalam suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal bernama GERAKAN PRAMUKA yang diberi tugas melaksanakan pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan pemuda Indoneisa. Gerakan Pramuka dengan lambang TUNAS KELAPA di bentuk dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.

Meskipun Gearakan Pramuka keberadaannya ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961, namun secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Republik Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.

Perkembangan Gerakan Pramuka mengalami pasang surut dan pada kurun waktu tertentu kurang dirasakan pentingnya oleh kaum muda, akibatnya pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Pancasila dalam pembentukan kepribadian kaum muda yang merupakan inti dari pendidikan kepramukaan tidak optimal. Menyadari hal tersebut maka pada peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45 Tahun 2006, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Pelaksanaan Revitalisasi Gerakan Pramuka yang antara lain dalam upaya pemantapan organisasi Gerakan Pramuka telah menghasilkan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang GERAKAN

Berdasarkan surat keputusan kwartir cabang kota Medan,gerakan pramuka no 65 tahun 2017 , H.Muhammad husni

Ketua kwartir cabang  kota Medan melantik :

1.Majelis pembina

Ketua : Danlanud Soewondo

Anggota : Kadis Ops, Kadis log, Kadispers, Dansatpom, Karumkit Abdul malik

Penasehat

Ketua : Prana jaya

Wakil. : Zarni chaniago

Anggota : Abdul latif

Pimpinan

Ketua : kasi portdirga

Wakil ketua I : Kapuskopau

Wakil ketua II : Satria

Wakil ketua III : Median syahputra

Sekretaris I: Lettu adm Muchtarom

Sekretaris II: Jajrin

Bendahara I : Serka Septi halimah

Bendahara II: Trita kurnia ningsih.

Kepala bagian umum

Ketua : Letda Lek Dedy hariansyah

Wakil : Rahmadsyah

Anggota : M.arafad

Bidang usaha

Ketua : Letda hary chandra

Wakil Tumino

Anggota : Rahmad Harahap

Bidang sarana dan prasarana

Ketua : kasi sarban

Wakil : M. Yakup

Anggota : Suhairi

Bidang pamong dan instruktur pamong

Ketua : Kapten kes Agus suhardi

Wakil : Peltu Mulyadi

Anggota : Sumantri

Instruktur Krida

1.Krida olah raga dirgantara

Ketua : Budi Sitourus

Wakil : Emir

Anggota : Prada Andre jovanto

2.Krida pengetahuan dirgantara

Ketua : Lettu Sus M.T Sitourus

Wakil  : Lettu Lek Suharto

Anggota : Irfan

3.Krida jaga dirgantara

Ketua : Mayor Tek Sugeng

Wakil : Radmadsyah Jambak

Anggota : Hermansyah

Kolonel Pnb Daan Sulfi dalam kata sambutanya mengatakan bahwa gerakan pramuka merupakan wadah pembinaan karakter melalui kepramukaan dapat berkumpul ,berkenalan dan bertukar pikiran serta berbagi pengalaman kepramukaan juga menjadi wadah yang tepat bagi anggota pramuka untuk memperluas wawasan kebangsaan dan memperdalam pandangan agar kelak mampu menghadapi tantangan masa depan dalam menerus perjuangan .

Danlanud juga merasa haru dan bangga melihat kita berkumpul dengan berseragam pramuka.

Dewasa ini semua bangsa berlomba-lomba untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya karena itu kita harus bersungguh-sungguh menambah ilmu pengetahuan dan teknologi , bangsa yang tidak menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan akan makin jauh tertinggal.

Kolonel Daan sulfi juga menambahkan bahwa gerakan pramuka adalah wadah yang tepat untuk membina diri melalui gerakan pramuka kita menghayati nilai-nilai moral pancasila oleh karena itu kita harus memanfaatkan gerakan pramuka dengan sebaik-baiknya pungkas perwira berpangkat tiga melati ini.(MR /Suriyanto)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.