Danlantamal I Pimpin Upacara Hari Nusantara, 13 Desember 2017
METRORAKYAT.COM | MEDAN – Komandan Lantamal I (Danlantamal I) Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto, S.E., MSi, memimpin Upacara Hari Nusantara yang di lapangan apel Mako Lantamal I daerah Belawan, Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/12/17).
Upacara yang dilaksanakan setiap tanggal 13 Desember ini diikuti oleh Wadan Lantamal I, para Asisten Komandan Lantamal I, serta Kasatker dan seluruh Perwira, Bintara dan Tamtama serta ASN Lantamal I.
Peringatan upacara yang di adakan kali ini merupakan peringatan yang ke-18 kalinya. Tujuannya yaitu untuk memperingati Deklarasi Juanda yg dicetuskan pada tanggal 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Djoeanda Kartawijaya, dan pada tahun 2017 ini yang terpilih adalah kota Cirebon, sebagai lokasi peringatan hari Nusantara, yang sebelumya pernah dilaksanakan di Kalimantan Selatan (2014), Banda Aceh (2015) dan Nusa Tenggara Timur (2016).
Kota Cirebon dipilih sebagai lokasi peringatan tahun ini tidak lain karena memiliki nilai sejarah berupa pertempuran Angkatan Laut Indonesia waktu itu dengan pasukan Portugis, yang dikenal dengan Peristiwa Sarwajala serta kota ini dekat dengan kota kelahiran Perdana Menteri Djoeanda di kota Tasikmalaya.
Peringatan Hari Nusantara ini tidak hanya peringatan Seremonial tetapi juga menjadi model kedaulatan Maritim kita.
Pada peringatan upacara hari Nusantara, Danlantamal I juga menyampaikan amanat dari Menko Kemaritiman.
“Deklarasi Djoeanda merupakan tonggak penyatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang utuh, dan diantara pulau yang satu dengan yang lain tidak lagi terdapat laut Internasional, sehingga melalui pernyataan diri sebagai negara kepulauan, maka laut bukan pemisah tapi pemersatu bangsa. Prinsip-prinsip wilayah laut negara kepulauan kemudian diterima, sehingga Wilayah laut Indonesia bertambah luas menjadi 5,8 juta km persegi, dan kemudian tanggal 13 Desember ditetapkan sebagai Hari Nusantara oleh Presiden RI ke 5 Megawati Soekarno Putri melalui Keppres No.126 Tahun 2001,” ucap Danlantamal I.
Mengenai kelautan, Danlantamal I juga menambahkan pidato yang pernah ditegaskan oleh Presiden Pertama RI Bung Karno pada tahun 1953.
“Usahakanlah agar kita menjadi Bangsa Pelaut kembali. ya, Bangsa Pelaut dalam arti seluas-luasnya, bukan sekedar menjadi jongos-jongos dikapal, tetapi Bangsa Pelaut dalam arti kata Cakrawati Samudera. Bangsa Pelaut yang mempunyai Armada niaga, Bangsa Pelaut yang mempunyai Armada Militer, Bangsa Pelaut yang kesibukanya dilaut menandingi irama gelombang lautan itu sendiri,” sebut Danlantamal I Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto, S.E., MSi.
Kata-kata Bung Karno ini tentunya dapat menjadi pemacu semangat TNI-AL untuk kembali kelaut, laut sebagai masa depan bangsa, Indonesia sebagai poros Maritim dunia, Indonesia memiliki potensi strategis sumber daya laut dan Wilayah yang harus dipertahankan. (MR/SITI)
