Ngaku Brimob, Preman Usir Wartawan Saat Terjadi Kebakaran di Pabarik Plastik
METRORAKYAT.COM | MEDAN – Arogansi oknum yang mengaku aparat di perlihatkan pada saat terjadi peristiwa kebakaran pabrik plastik PT Sentosa di Jalan Ladang, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Senin (13/11) malam jam 21.40 wib.
Sejumlah oknum ‘preman yang mengaku sebagai anggota Brimob yang diduga di bayar Hasan (52), pemilik pabrik untuk menghalang-halangi tugas wartawan yang hendak meliput.
Bahkan ada seorang pria keturunan menuduh wartawan mau melakukan pencurian.
Cerita bermula ketika Wahyu, salah seorang wartawan salah satu televisi swasta hendak mengambil gambar. Terlihat salah seorang ‘preman’ yang memakai topi menelpon seseorang memberitahukan kalau mereka akan mengusir wartawan. “Ini wartawan kita suruh keluar aja dulu,” kata pria bertopi itu sambil memegang hapenya seolah menelpon seseorang.
Tak berapa lama, salah seorang oknum ‘preman’ lainnya langsung hendak merampas kamera. Mendapat perlakuan seperti itu, Wahyu berusaha mempertahankan kameranya. “Jangan abang sentuh kamera,” kata Wahyu dengan nada keras.
Setelah itu, ‘preman’ bertopi dengan kedua rekannya mendatangi Wahyu sembari melotot, seolah biji matanya mau keluar dan menghardik Wahyu. “Kau jangan cari masalah di sini,” kata ketiga ‘preman’ itu.
“Ya udah, ya udah, sekarang mau apa?” tanya Wahyu. Mendapat pertanyaan itu, ketiga ‘preman yang sok bergaya aparat ini makin menunjukan sikap arogansinya“Iya, kau nantang kali ! Sekarang kau keluar,” kata mereka.
Di tempat yang sama, seorang pria etnis tionghoa juga terlihat sok jago alias sok berkuasa Dengan kamera hapenya, dia merekam Wahyu. “Apa mau rampok, mau rampok. Ini wajahnya, wajahnya,” kata pria Tionghoa yang mengenakan kaos lengan panjang warna hitam dan topi putih.
Wahyu yang tak terima dituduh merampok, langsung membantahnya. “Mau rampok apa?” kata Wahyu dengan nada tinggi.
Setelah wahyu diusir keluar pintupun di
tutup Rapat-Rapat.
Sementara, Selasa (14/11/17) sore jam 15.00 wib, semua pintu akses masuk ke dalam pabrik ditutup rapat-rapat seolah menutup-nutupi peristiwa yang terjadi malam harinya.
“Itu pabrik sudah pernah terbakar. Bahkan, waktu itu rumah wargapun ada yang ikut terbakar, tapi tidak mendapat ganti rugi. Yang dapat ganti rugi hanya pemilik pabrik,” kata warga sekitar.
Mengenai peristiwa kebakaran itu, tiba-tiba asap hitam pekat membumbung tinggi ke angkasa, sekitar jam 21.40 wib. Warga yang melihat itu langsung berkerumun. Sementara api juga berkobar ganas. Tidak lama berselang, puluhan mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Pemko Medan turun ke lokasi untuk menjinakkan api.
Terkait kebakaran itu, Kapolsek Delitua, Kompol Arifin Marpaung saat dikonfirmasi wartawan, berdalih pihaknya belum mengetahui pasti penyebab kebakaran.
Pun begitu, dia menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Sampai saat ini belum ada korban jiwa,” kata Arifin.(MR/Suriyanto)
