IPKINDO JATIM, Wadah Peningkatan Kualitas Jasa Konstruksi Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
METRORAKYAT.COM | SURABAYA — Musyawarah perdana pembentukan Pengurus Ikatan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Ipkindo) Jawa Timur yang di laksanakan di Hotel ELMI – Surabaya, Sabtu (07/10/2017), mendapat apresiasi positif oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Propinsi Jawa Timur. Selain bisa meningkatkan kemampuan tenaga kerja dan tenaga ahli konstruksi serta diharapakan mampu bersaing di bisnis jasa konstruksi di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
” Ini bagus dan saya memberikan apresiasi terhadap kelahiran IPKINDO Jatim tersebut,” kata Ketua LPJK Jatim, Dr.Ir Gentur MM kepada beberapa awak media.

Menurutnya, musyawarah perdana IPKINDO Jatim ini menjadi tantangan tersendiri di era persaingan milenium saat ini. Turut hadir pula di acara tersebut Ketua LPJK Jatim, Dr.Ir Gentur MM, Ir.Sunarto ST, Sekjen DPN IPKINDO Pusat, KGA.Rudi Hadi Suwito,SE selaku pengurus DPN IPKINDO Pusat dan juga HM.KEMAS yang mewakili La Nyalla Mattalitti Calon Gurbernur Jawa Timur.
“Ini akan meningkatkan kemampuan tenaga kerja dan tenaga ahli di bidang konstruksi. Adanya IPKINDO Jatim ini akan menuju kebaikan. Apa yang ada kita wadahi. Harapan kami, asosiasi bisa berkembang, baik berkembang kinerja, keterampilan dan semuanya,” lanjutnya.
Namun demikian, LPJK akan memantau dan memberikan penilaian dan perhatian terhadap asosiasi. Sekaligus memberikan sanksi bagi mereka yang melanggar aturan.Hingga saat ini, ada 24 asosiasi di Jatim , meliputi konsultan, kontraktor, tenaga ahli dan tenaga kerja di bidang konstruksi. Baik arsitek, elektrik, mkanik dan lingkungan.
Sementara itu, Ketua DPP Ipkindo Jatim, Ir Isa Nurudin MH mengatakan , langkah pertama yang diilakukan adalah membentuk kepengurusan di 38 kota dan kabupaten di Jawa Timur. Sekitar 40 orang perwakilan dari beberapa daerah hadir untuk membentuk kepengurusan IPKINDO Jatim.
“Kami akan memberikan Surat Keputusan (SK) untuk kepengurusan di daerah. Kita akan bersinergi dengan Kepala Dinas Kabupaten dan Gapeknas,” papar Isa.
Mengingat banyak sekali daerah-daerah di Propinsi Jawa Timur yang pembangunan masih belum merata dan dibutuhkan partisipasi dan kerjasama dari jasa konstruksi untuk mempercepatnya pembangunan.
“Dengan banyaknya asosiasi, kita akan bisa berpartisipasi . Pembangunan konstruksi di Jatim dan Nasional makin meluas, ” tukasnya.
Diketahui, APBD Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 20 triliun dan belum lagi untuk nasional yang didroping dari pusat ke Jatim. Melihat potensi jasa konstruksi ini, maka makin banyak asosiasi makin bagus.
“Kami di daerah -daerah akan terbentuk kepengurusan Ipkindo di 38 kota/kabupaten pada akhir Desember 2017 . Kami akan akomodasi kepentingan dan mengantongi sertifikasi agar bisa bersaing di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” katanya.
Tak perlu takut bersaing dengan pekerja asing yang masuk ke Indonesia. Sebab, mereka itu tidak terpakai di negara asalnya.
“Kita nggak usah takut bersaing dengan asing,” lanjut Isa menutup pembicaraan.(MR2/Taufan Dani)

