Peduli Sesama, Akmal Daud Dalam Satu Hari Dampingi Tim CLR keTiga Kecamatan di Aceh Utara

Peduli Sesama, Akmal Daud Dalam Satu Hari Dampingi Tim CLR keTiga Kecamatan di Aceh Utara
Bagikan

METRORAKYAT.COM | PANTON LABU — Peduli nasib sesama, Akmal Daud dari TIM CLR Mendatangi Desa Matang Arongan Kecamatan Tanah Jambo Aye Aceh Utara untuk melihat progres kelanjutan pembangunan Rumah Pak Muhammad Hasan yang sedang di bangun oleh Cet Langet Rumoh saat ini, Rabu (11/10/17) sekira pukul 8.00 WIB.

Tidak lama kemudian, sekira pukul 9.30 WIB Akmal dihubungi pihak BAITUL MAL Propinsi Aceh dan meminta agar  mendampingi tim untuk memverifikasi Rumah Mawaddah dan Rumah Cut Mimi di Desa Cem Peudak Kecamatan Tanah Jambo dimana kedua keluarga ini mengidap penyakit Kanker darah atau Thalassemia.Untuk itu, Baitul Mal Aceh berniat untuk mmembantu biaya transportasi dan pengobatan mereka.

Kurang lebih 1,5 jam kemudian Akmal kembali di hubungi Pihak Elfi dari  GLOBAL EHSAN RELIF SINGAPURA (GER) dan meminta agar Akmal mendampingi GER dalam program 10 Rumah Layak Huni atau Rumah Sehat di Aceh Utara.

Kemudian, Tim Cet Langet Rumoh ( CLR ) bersama Rombongan ( GER ) meninjau Kecamatan Baktiya Barat tepatnya di Desa Paya Bateung Aceh Utara dan melihat kondisi terakhir Rumah penerima bantuan Ibu Diwana, insya Allah sudah dalam target pembangunan.

Selesai melakukan kunjungan di Rumah Ibu Diwana, tim terus bergerak menuju Desa Lhok Euncien yang masih dalam kecamatan yang sama, tujuanya untuk melihat Progres Pembangunan Meunasah atau Sarana ibadah yang di bangun dengan dana sumbangan Hamba Allah (AGT dan DH ) yang mana sumbangan tersebut di titipkan melalui TIM (CLR).

Meskipun perjalanan ini menguras tenaga namun,mereka masih tetap semangat salam menjalankan misi kemanusiaan.

Selanjutnya, tim ini bergerak ke wilayah pedalaman ibu kota Aleu Ie Puteh tepatnya kediaman Pak Mansyari di Desa Matang Reudeup Kecamatan Baktiya Aceh Utara.

Rumah Pak MANSYARI Akmal tim GLOBAL EHSAN RELIEF sempat mengeluarkan Air mata ketika melihat kondisi Anak-anak Pak Mansyari tanpa ada yang mengurus layak nya anak-anak pada umumnya, mereka tidur tanpa alas kasur cuma di atas papan biasa yang lebih menyayat hati, ketika hujan turun atap rumah yang bocor disana-sini  tidak mampu menghalau sehingga mengenai mereka yang berada di dalam rumah.

Ironisnya,rumah pak Mansyari ini tidak dialiri Listrik,Sumur dan juga MCK itulah kehidupan Pak MANSYARI yang sudah 10 tahun lebih menempati rumah yang tidak layak huni ini. (MR2/Muhammad)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.