Tangkal Radikalisme, BNPT Adakan Sosialisasi dan Literasi Media Sebagai Upaya Cegah Tangkal di Masyarakat

Tangkal Radikalisme, BNPT Adakan Sosialisasi dan Literasi Media Sebagai Upaya Cegah Tangkal di Masyarakat
Bagikan

METRORAKYAT.COM  |  MEDAN — Sosialisasi dan literasi media sebagai upaya cegah dan tangkal radikalisme serta terorisme di masyarakat dipandang sangat perlu pada saat ini. Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Hotel Polonia, Jalan Jenderal Sudirman, No 14, Kamis (7/9/17) sekira pukul 09.50wib.

Peserta yang hadir kurang lebih 90 orang, dengan narasumber, Brigjen.Pol. Ir. Hamli ME ( Direktur BNPT ) , Jimmi Silalahi (Dewan Pers Jakarta) , DR Ali Murtahado M.Hum (Jurnalis Senior Medan) , Willy Pramudiah (Jurnalis Senior Kompas Jakarta) , dan Faris M Hanif ( Jurnalis Online) .

Peserta sosialisasi berasal dari, Pemprovsu, Kodam I/BB, Lantamal, Lanud Soewondo, Poldasu, BNPT RI, BNPT Sumut, BAIS, BIN Sumut, Pemko Medan, Mahasiswa serta para jurnalis kota Medan sekitarnya.

Direktur BNPT RI, IR Hamli ME pada sambutannya memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang membantu, terselenggaranya kegiatan tersebut. Hamli juga menyampaikan agar selalu meningkatkan sinergitas FKPT dengan instansi terkait, dalam melakukan pencegahan paham radikalisme. Dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak negatif pengguna media sosial yang rawan terhadap penyebaran paham radikalisme.

Hamli berpesan agar para jurnalis  memberikan pemahaman pada masyarakat tentang bahaya kegiatan radikalisme, serta mengantisipasi tentang bahaya peredaran berita Hoax. Karena berita tersebut, khusus dirancang oleh kelompok-kelompok radikalisme dengan tujuan memecah belah persatuan dan kesatauan bangsa.

Khususnya tentang isu etnis Rohingya, hal itu menjadi momentum yang tepat bagi paham radikalisasi dalam membuat berita bohong agar masyarakat tersulut emosinya agar dapat timbul perpecahan diantara komponen masyarakat di negeri yang kita cintai ini.

“Salah satu contoh faham radikal adalah faham yang menganggap bahwa faham yang dianutnya adalah faham yang baling benar dan selalu menyalahkan faham yang dianut orang lain dan terkesan srlalu mengkafirkan orang lain yang tidak sefaham denganya. Namun faham ini belum menjadi teror, tetapi apabila ada di suatu wilayah konflik yang seaqidah dengan faham ini dengan mudah masuk kewilayah tersebut dan disusupi dengan dalih Jihad. Seorang yang sudah disusupi faham ini, akan terkesan tertutup meskipun terhadap keluarganya sendiri,”‘kata Hamli.

Hamli menambahkan, beberapa kasus yang ditangani oleh BNPT RI, terdapat beberapa orang anak yang sudah bisa membuat bahan peledak, dan setelah didatangi oleh anggota BNPT dan menanyakan hal tersebut kepada orang tuanya, justru cenderung orang tua tidak mengetahui kegiatan dari anaknya itu dan orang tuanya bahkan tidak tau kalau anaknya sudah tersusupi paham radikalisme.

Hal senada  disampaikan Julkarnain Nasution MA, Ketua FKPT Sumut,  mengatakan ingin mendorong Humas dikantor pemerintahan dan non pemerintahan, mahasiswa dan para jurnalis untuk berhati-hati dalam penyebaran berita yang mengandung unsur radikalisasi agar masyarakat tidak salah dalam menafsirkannya. (RED/Suriyanto)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.