Parlindungan Purba, Hadiri Sosialisasi Pencegahan Kebakaran P2TL dan Multistakeholder Feedback di PLN
METRORAKYAT.COM | MEDAN – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia,(DPR-RI), Parlindunga Purba, SH.,MM, menghadiri kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran penertiban pengguna tenaga listrik (P2TL) dan Multistakeholder Feedback di Kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wiayah Sumut, Jalan Gatot Subroto, Medan-Sumatera Utara, Senin,(11/9/2017).

Hadir pada kegiatan sosialisasi yang tempatkan diruang Balai Agung Astakona tersebut antara lain, Manager PLN Area Medan, Agus Trisusanto, mewakili Polrestabes Medan, Kasat Sabhara Porestabes Medan, AKBP Fadris, SH.,SIK, Perwakilan P2K Medan, Huddin P Hasibuan, perwakilan Pemko Medan, Perwakilan Asuransi, Concil, Ir.B.Rikson Simarmata ( Ketua Persatuan Insiniur Sumut), para staff PLN Sumut dan Medan serta para undangan lainnya.

Parlindungan Purba pada kata sambutan pembukanya mengatakan bahwa Sumatera Utara masih menghadapi elektrifikasi yang tinggi, namun pada prakteknya masih ada juga pemadaman listrik. “Meskipun kita ketahui pemadaman tersebut bukan seluruhnya disebabkan oleh PLN,”ujarnya.


Anggota DPD RI asal pemilihan Sumatera Utara ini menganjurkan agar rumah yang boleh dipasangkan listrik harus yang sudah memiliki Izi Mendirikan Bangunan (IMB). “ Saya berharap kedepannya agar PLN memasang listrik bagi perumahan atau gedung yang sudah ada IMB.
Sementara itu, Ringkas Sitompul, Asisten menejer Transaksi Energi area Medan pada pemaparannya mengatakan, ada tiga penyebab terjadinya kebakaran. Pertama, akibat manusia, teknis dan akibat bencana alam. “ Sosialisasi P2TL bertujuan untuk menghindari bahaya penyalahgunaan arus listrik bagi masyarakat. Dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dan calon pelanggan
Tambah Ringkas lagi, PLN hanya bertanggujawab hanya dari kwh meter keluar, sementara didalam rumah adalah tanggungjawab pemilik rumah.
“Untuk menghindari kebakaran, jangan mengganti steker sendiri, atau mengotak-atik listrik sendiri tanpa sepengetahuan PLN. Jauhi peralatan listrik dari bahan-bahan yang mudah terbakar, miliki alat pemadam kebakaran dirumah. Jika ada kendala listrik dirumah, silahkan menghubungi Call Center PLN ke nomor 061-123,” jelas Ringkas.
Ringkas juga menginformasikan bahwa saat ini PLN sudah memiliki aplikasi yang dapat di download dari playstore. “ PLN Mobile ada promo kepada 100 ribu pelanggan se-Indonesia yakni mendapatkan pemasangan token gratis,” ungkapnya.

Sementara Rikson Simarmata, yang merupakan Council pada sesi tanya jawab kepada para tamu undangan menerangkan agar semua pekerja listrik memiliki sertifikat instalasi. ” Sepanjang instalasi sesuai prosedur, pastinya semua berjalan lancar. Terjadinya kebakaran, bisa juga disebabkan barang-barang yang tidak sesuai dengan yang ditentukan,” terangnya.
Korselting listrik, tambah Rikson lagi, salah satu penyebabnya terjadinya kebakaran listrik.

Sementara, Kasat Sabhara Polrestabes Medan, AKBP M. Fadris pada kesempatan itu mengatakan, pentingnya sosialisasi P2TL tersebut dilaksanakan. Fadris mengatakan akan menyampaikan sosialisasi listrik tersebut kepada personilnya dilapangan. “ Sosialisasi jni akan saya sampaikan kepada anggota yang sedang patroli dilapangan. Untuk kebakaran sesuai instruksi Bapak Kapolda Sumatera Utara, bahwa ada Pamenwas yang bertugas turun kelokasi kebakaran,” terang Fardris.
Lanjut Fadris lagi, bahwa kehadiran Pamenwas dilokasi kebakaran adalah untuk mencegah terjadinya pencurian disaat kebakaran terjadi. “ Selain itu tugas Pamenwas juga berfungsi untuk mengarahkan warga untuk membuat laporan sebagai korban kebakaran pasca terjadi kebakaran, termasuk mengamankan barang-barang milik korban kebakaran agar tidak hilang,”sebutnya.
Untuk pelaksanaan P2TL anggota Sat Sabhara Polrestabes Medan akan tetap mendampingi pihak PLN.
Manager PLN Area Medan, Agus Trisusanto, mengatakan bahwa untuk saat ini PLN sudah memiliki daya cadangan listrik yang sangat cukup. Sehingga masyarakat Kota Medan, tidak perlu kawatir PLN devisit arus listrik. “ Kami juga tidak ingin ada pelanggan kami yang listriknya padam.
Dijelaskan Agus, bahwa ada 2 jenis pemadaman di PLN yakni pemadaman terencana dan pemadaman tidak terencana. ” Kalau untuk perbaikan komponen listrik itulah pemadaman terencana. Jika terjadi korslet listrik, pohon tumbang yang mengenai jaringan listrik atau bencana alam, itulah yang disebut dengan pemadamsn yang tidak terencana,”katanya.
Diakhir kegiatan sosialisasi tersebut, Parlindungan Purba mengatakan agar PLN membuat grup Whatsup (WA) dimana berfungsi sebagai informasi bagi seluruh stakeholder dan pihak PLN sehingga cepat mengetahui kendala dan permasalahan listrik yang terjadi. “Grup WA ini nantinya merupakan yang pertama di Indonesia, dan saya akan bawakan informasi ini langsung ke Manager Pusat PLN, Kapolri dan Presiden,” sambungnya.
Pada kesempatan terakhir, Parlindungan kembali menyimpulkan bahwa pemadaman listrik bukanlah seluruhnya kesalahan PLN.(MR10/red)
