Limbah Kayu Diduga Berasal dari PT. SRL Cemari Lingkungan dan Membahayakan Nelayan Desa Sungai Akar

Limbah Kayu Diduga Berasal dari PT. SRL Cemari Lingkungan dan Membahayakan Nelayan Desa Sungai Akar
Bagikan

METRORAKYAT.COM  |  BENGKALIS —  Limbah Kayu dari PT. Sumatra Riang Lestari (SRL) alamat desa Titi Akar diduga cemari lingkungan dan membahayakan para nelayan dalam mencari nafkah di sungai Morong Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara Kab.Bengkalis Riau. Hal ini dikatakan kepala desa Titi Akar Sukarto kepada metrorakyat.com,Selasa (5 /9/17) melalui sambungan selular dan pesan Whatsapp.

Limbah kayu yang di tengah sungai Morong ( Ft: Skt)

Pak Kades mengutarakan bahwa kayu limbah jenis akasia tersebut banyak ditemukan di sungai Morong Selat Malaka, menurutnya, kondisi ini sangat mengganggu para nelayan dalam mencari ikan karena jaring yang di lempar para nelayan ketengah sungai sering nyangkut di kayu limbah itu sehingga membuat jala koyak disamping itu juga, tentunya membahayakan boat yang dipakai ketika melaut.

Kades Titi Akar Sukarto Ft: Skt)

“Begini pak, kayu PT. SRL tumpah dan berserak ditengah sungai, membuat nelayan sulit membuang jaring dan berbahaya untuk spedboat, kayu hanyut sementara pihak PT. SRL tidak ada reaksi dan usaha apapun pak,” kata kades yang baru saja sukses mengadakan acara penyerahan hadiah kepada para pemenang dalam acara HUT RI ke-72 ini.

Ketika media menanyakan apakah hal ini pernah disampaikan kepada pihak terkait, Sukarto mengiyakan dan sudah kerap menyampaikan permasalahan tersebut kepada pihak Perusahaan akasia tersebut namun, menurut  pak kades terkesan belum ada tindakan .

“Tidak ada komentar katanya asal sudah keluar dari PT. SRL tidak menjadi tanggung jawb mereka lagi sekarang jaring warga ada yg rusak dan koyak pak kena kayu akasia yang hanyut tsb,”ujarnya.

Tambahnya lagi,” sudah saya hubungi pak camat dan melaporkan keadaan ini, saran beliau, harus disurati secara resmi tembusan camat dan Kapolres Bengkalis, dinas perikanan serta Syahbandar juga Dinas Perhubungan Bengkalis dan kepada nelayan yang melewati sungai morong agar berhati-hati dan menghindari kayu-kayu yang berserak ditengah sungai tersebut,” pungkas kepala Desa yang banyak membuat perubahan positip sejak kepimpinannya di desa Titi Akar.

Salah seorang warga desa Titi Akar, Edy (32) juga menimpali keberadaan limbah kayu juga mengurangi keberadaan ikan terutama jenis udang yang biasa menjadi  tangkapan andalan para nelayan.

“Sudah jauh berkurang udangnya pak sejak keberadaan limbah kayu itu, kasihan para nelayan” singkatnya melalui selular.

Sementara itu, Totok humas PT. SRL ketika dihubungi metrorakyat.com melalui sambungan selular dengan nomor 085368237XXX tidak tersambung karena ponselnya tidak aktif dan SMS yang dikirimpun sampai berita ini dinaikkan belum juga ada balasan.( MR2/Red)

 

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.