Korban Penyanderaan Somalia Butuh Perhatian Dari Pemprovsu

Korban Penyanderaan Somalia Butuh Perhatian Dari Pemprovsu
Bagikan

METRORAKYAT.COM | MEDAN – Adi Manurung (34 tahun), pria lajang asal  Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, adalah salah satu pria yang pernah disandera oleh perompak Somalia. Dan saat ini sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Gambar Adi Manurung, salah satu korban selamat dari penyanderaan para pembajak asal Somalia pada tahun 2012 s/d 2106 (MR/siti)

Ditemui hari Jumat, (25/8/17), di hotel JW Marriot jalan Putri Hijau Medan, Adi Manurung bercerita sedikit tentang kisah kejadiannya saat disandera. “Kami disandera mulai dari tahun 2012, selama 4 tahun 6 bulan. Saat itu, ada lima orang yang disandera dari Indonesia. Tetapi, satu orang telah meninggal karena menderita demam berdarah dan dimakamkan disana. Selama disandera, dalam satu hari kami hanya makan satu kali saja. Disana kami sering di takut-takuti dengan dihujani tembakan ke arah lain. Kami tidak bisa komunikasi dengan keluarga yang ada di Indonesia dan kehilangan kebebasan untuk bergerak juga, sempat frustasi karena merasakan kegagalan,” ungkap Adi Manurung.

Sepuluh bulan pasca pembebasan, Kementerian Luar Negeri memberikan kepada Adi Manurung modal usaha. Adi lantas membuat modal tersebut untuk usaha ternak bebek, namun usaha ternak bebek yang ia jalani tidak menuai hasil, seribu ekor bebek yang dipelihara banyak yang mati akibat musim hujan di daerah Batu Bara.

Tidak hanya itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sempat menawarkan pelatihan khusus tentang pelayaran dengan target menjadi Kapten di sebuah kapal laut. “Kita tawarkan pelatihan secara khusus dan tanpa biaya, sudah kita tawarkan dan ternyata dari empat orang korban penyanderaan itu, yang tertarik itu hanya dua orang. Setelah lulus, mereka sudah siap berlayar secara profesional,” ujar Akhmad Masbukhin.

Diakui bahwa Adi Manurung sengaja tidak menerima tawaran pelatihan pelayaran yang diberikan oleh kementerian luar negeri RI, karena masih ada trauma dari keluarganya.

Sementara, Sudirman warga asal Cirebon tidak di ijinkan dari orangtuanya.

Upaya yang sudah diberikan oleh Kemenlu RI, seharusnya sudah selesai setelah berhasil membebaskan dan menyelamatkan sandera dari perompak Somalia. Namun demikian, sampai saat ini kepedulian dari Kemenlu masih berlanjut dan terus memberi perhatian kepada Adi Manurung.

Untuk itu, Kemenlu berharap ada perhatian khusus yang diberikan oleh pemerintah provinsi Sumatera untuk membantu para korban penyanderaan perompak Somalia yang berasal dari Sumatera Utara. Karena, sampai saat ini, Adi Manurung masih terus berusaha mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahlian yang dimilikinya yakni bertani. (MR/Siti)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.